Periklindo Hadirkan Lagi PEVC 2026, Forum Strategis Bahas Masa Depan Mobilitas dan Era Electrified Economy

2026/07/28

Tahun ini menjadi penyelenggaraan PEVC untuk ketiga kalinya, setelah sebelumnya sukses digelar di Bali pada 2024 dan 2025. Memasuki tahun ketiga, PEVC terus berkembang sebagai forum strategis berskala internasional yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, regulator, pelaku industri, investor, akademisi, peneliti, hingga perusahaan teknologi.

Forum ini menjadi wadah untuk membahas perkembangan industri kendaraan listrik sekaligus memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem mobilitas yang bersih, efisien, dan berkelanjutan.

Mengusung tema “The Future of a Clean and Efficient Mobility”, PEVC 2026 dirancang sebagai forum strategis yang membahas arah masa depan mobilitas, industri, investasi, teknologi, dan pembangunan ekonomi di era Electrified Economy.

Konferensi ini tidak hanya mengulas perkembangan kendaraan listrik, tetapi juga transformasi berbagai sektor yang akan dipengaruhi oleh percepatan elektrifikasi dan inovasi teknologi.

Transisi menuju kendaraan listrik kini tidak lagi dipandang semata sebagai upaya mengurangi emisi karbon atau menjawab tantangan perubahan iklim.

Elektrifikasi telah berkembang menjadi salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi yang mendorong peningkatan daya saing industri, memperkuat ketahanan energi nasional, mempercepat hilirisasi sumber daya alam, serta membuka peluang investasi dan penciptaan lapangan kerja baru.

Di tengah dinamika geopolitik global dan percepatan transformasi energi, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemain utama dalam rantai pasok industri kendaraan listrik dunia.

Didukung oleh ketersediaan sumber daya mineral strategis, kapasitas manufaktur yang terus berkembang, serta pasar domestik yang besar, Indonesia berada pada posisi yang semakin kuat untuk mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi.

Berangkat dari kondisi tersebut, PEVC 2026 hadir sebagai forum strategis yang membahas peta jalan menuju Electrified Economy. Konferensi ini akan mengupas berbagai strategi dalam menghadapi perubahan geopolitik, memperkuat ketahanan energi, mendorong industrialisasi berkelanjutan, serta mempercepat transformasi ekonomi nasional melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Berbeda dari konferensi otomotif pada umumnya, PEVC 2026 menghadirkan perspektif yang lebih luas dengan membahas dampak elektrifikasi terhadap berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur, energi, logistik, investasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), transformasi digital, hingga pembangunan kota pintar (smart city).

Dengan demikian, PEVC menjadi ruang diskusi yang relevan tidak hanya bagi pelaku industri otomotif, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan yang ingin memahami arah perubahan ekonomi global.

Konferensi ini juga akan mengulas berbagai inovasi yang tengah membentuk masa depan mobilitas, seperti baterai generasi baru, teknologi ultra-fast charging, kendaraan berbasis AI dan software-defined vehicle, kendaraan otonom, pengembangan smart grid, elektrifikasi armada logistik, hingga penerapan kendaraan listrik pada sektor maritim, penerbangan, dan kawasan industri.

Berbagai teknologi tersebut kini mulai memasuki tahap implementasi dan diproyeksikan akan memengaruhi arah investasi serta strategi bisnis dalam beberapa tahun ke depan.

Transformasi sektor logistik menjadi salah satu fokus utama PEVC 2026. Elektrifikasi diyakini mampu menghadirkan efisiensi operasional, biaya logistik yang lebih kompetitif, sistem distribusi yang lebih cerdas, serta rantai pasok yang lebih berkelanjutan.

Selain itu, konferensi juga akan membahas pengembangan elektrifikasi pada sektor maritim, penerbangan, kawasan industri, hingga ekonomi sirkular baterai sebagai fondasi industri masa depan.

Sebagai forum kolaborasi internasional, PEVC 2026 akan menghadirkan rangkaian keynote speech dan empat sesi pleno yang mengangkat isu-isu strategis dalam pengembangan industri kendaraan listrik dan transformasi ekonomi global, yaitu:

Tema pertama, "Indonesia Economic & Geopolitical Outlook 2027: Driving the Electrified Economy", akan mengulas proyeksi kondisi ekonomi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, termasuk perubahan lanskap perdagangan internasional, ketahanan rantai pasok, transisi energi, serta arah kebijakan investasi strategis.

Diskusi ini akan mengeksplorasi bagaimana perkembangan tersebut memengaruhi percepatan industri kendaraan listrik nasional, penguatan ekosistem baterai dan mineral kritis, serta peluang Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai pusat produksi dan inovasi dalam ekonomi berbasis elektrifikasi di kawasan maupun tingkat global.

Tema kedua, "The Next-Gen EV: Advanced Electrification & Autonomous Drive Technology", akan membahas perkembangan terkini teknologi kendaraan listrik generasi berikutnya yang diproyeksikan menjadi standar baru industri otomotif dunia.

Pembahasan mencakup inovasi pada teknologi baterai berkapasitas tinggi, sistem pengisian daya ultra-cepat, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), perangkat lunak kendaraan berbasis software-defined vehicle, teknologi kendaraan otonom (autonomous driving), hingga integrasi konektivitas digital yang mendorong terciptanya mobilitas yang semakin aman, efisien, cerdas, dan berkelanjutan.

Sesi ini juga akan mengulas tantangan serta peluang adopsi teknologi tersebut dalam memperkuat daya saing industri otomotif nasional.

Tema ketiga, "Green Commercial Fleet: Transforming Logistics with Electric Vehicles", akan mengangkat transformasi sektor transportasi dan logistik melalui implementasi kendaraan listrik sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi operasional, menekan biaya kepemilikan (total cost of ownership), mengurangi emisi karbon, serta mendukung pencapaian target dekarbonisasi nasional.

Diskusi akan mencakup strategi elektrifikasi armada komersial, pengembangan infrastruktur pendukung, digitalisasi manajemen armada, serta kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem logistik yang lebih produktif, kompetitif, dan berkelanjutan di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi nasional maupun regional.

Sementara itu, tema keempat, "Beyond Roads & Last-Mile: Optimizing Urban Delivery, Maritime, and Industrial Electrification", akan mengeksplorasi perluasan implementasi elektrifikasi di luar sektor transportasi darat, meliputi distribusi perkotaan (urban delivery), sektor maritim, penerbangan, kawasan industri, hingga berbagai aplikasi kendaraan dan alat berat berbasis listrik.

Pembahasan akan berfokus pada peluang investasi, kesiapan infrastruktur, inovasi teknologi, pengembangan kebijakan, serta model kolaborasi yang diperlukan untuk membangun ekosistem elektrifikasi lintas sektor yang terintegrasi, tangguh, dan berdaya saing, sebagai fondasi menuju sistem mobilitas masa depan yang rendah emisi dan berkelanjutan..

Melalui penyelenggaraan PEVC 2026, Periklindo menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dan industri dalam mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Lebih dari sekadar forum diskusi, PEVC diharapkan menjadi katalis lahirnya kolaborasi, investasi, dan inovasi yang memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri kendaraan listrik global.