Percepat Pembangunan Smelter HPAL, INCO Datangkan Autoclave

2026/07/23

Bagikan:

JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) berhasil mendatangkan autoclave yang merupakan peralatan utama untuk proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Sambalagi, Bungku Pesisir, Morowali, Sulawesi Tengah pada Rabu 22 Juli.

Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), Proyek HPAL Sambalagi menjadi bagian penting dari agenda pemerintah dalam mempercepat hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Status tersebut ditetapkan melalui Permenko Perekonomian No. 9 Tahun 2022 dan No. 21 Tahun 2022 yang menetapkan mega-proyek integrasi tambang PT Vale di Blok Bahodopi dan fasilitas pengolahan nikel sebagai PSN.

Proyek HPAL terintegrasi dengan tambang Blok Bahodopi ini dikembangkan melalui PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI), perusahaan patungan antara PT Vale, GEM Co., Ltd., dan EcoPro.

Kedatangan autoclave merupakan milestone strategis dalam tahapan konstruksi proyek. Sebagai peralatan utama dalam teknologi HPAL, autoclave berperan sebagai inti proses pengolahan bijih limonit melalui kombinasi suhu tinggi, tekanan tinggi, dan asam sulfat untuk mengekstraksi nikel dan kobalt secara efisien.

Hasil pengolahan tersebut berupa Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), material antara yang menjadi bahan baku penting dalam rantai pasok industri baterai kendaraan listrik.

Fasilitas HPAL Sambalagi dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 90.000 ton kandungan nikel per tahun dalam bentuk MHP, dengan pasokan bahan baku sekitar 10,4 juta ton bijih limonit per tahun yang berasal dari area pertambangan PT Vale di Bahodopi.

Pabrik dibangun dalam tiga jalur produksi (Line A, B, dan C) sebagai bagian dari pengembangan fasilitas yang ditargetkan mencapai first mechanical completion pada akhir 2026.

Presiden Direktur & Chief Executive Officer PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, mengatakan bahwa kedatangan autoclave menjadi simbol kemajuan nyata proyek sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam menghadirkan hilirisasi mineral yang berkelanjutan.

"Kedatangan autoclave ini merupakan tonggak penting dalam Proyek HPAL Sambalagi. Sebagai jantung dari proses HPAL, autoclave akan memungkinkan pengolahan bijih limonit menjadi produk bernilai tambah tinggi yang mendukung rantai pasok global kendaraan listrik," ujarnya dalam keterangan kepada media, Kamis, 23 Juli.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap operasi yang lebih berkelanjutan, Proyek HPAL Sambalagi juga mengintegrasikan berbagai solusi rendah karbon dalam desain fasilitasnya.

Kebutuhan listrik operasional akan didukung oleh Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) yang memanfaatkan panas sisa proses produksi untuk menghasilkan listrik secara lebih efisien.

BACA JUGA:


Selain itu, pengembangan pembangkit listrik tenaga surya juga direncanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan energi bersih di kawasan industri.

Selain membangun fasilitas pengolahan, proyek ini turut mengembangkan infrastruktur pendukung seperti dermaga logistik, fasilitas utilitas, kawasan hunian pekerja, serta berbagai fasilitas sosial yang akan menunjang operasional jangka panjang.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+