Peningkatan Tata Guna Irigasi di Temanggung sasar 72 desa
Kamis, 3 September 2026 21:13 WIB
Kabid Sumber Daya Air, Dinas Pekarjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Temanggung Yusuf Edi Nugroho menjawab pertanyaan wartawan di Temanggung, Kamis (3/9/2026) ANTARA/Heru Suyitno
Temanggung (ANTARA) - Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dilaksanakan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada 2026 menyasar 72 desa, kata Kabid Sumber Daya Air, Dinas Pekarjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Temanggung Yusuf Edi Nugroho.
Yusuf di Temanggung, Kamis, mengatakan program tersebut setiap tahunnya memiliki jumlah dan lokasi penerima yang berbeda sesuai dengan kebutuhan peningkatan jaringan irigasi di wilayah pertanian.
Lebih lanjut ia mengatakan program P3-TGAI tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur irigasi, tetapi juga menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat petani. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara swakelola oleh masyarakat melalui Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).
Melalui mekanisme tersebut, katanya, masyarakat terlibat langsung mulai dari pelaksanaan hingga pengelolaan pembangunan irigasi di wilayah mereka. Bentuk pekerjaannya dapat berupa rehabilitasi, peningkatan, maupun pembangunan jaringan irigasi.
Untuk 72 lokasi tahun 2026, katanya, salah satu pekerjaan yang dilaksanakan adalah pembangunan saluran irigasi permanen di kawasan pertanian. Dari jumlah tersebut 50 lokasi merupakan aspirasi dari Komisi V DPRRI Sofwan Dedy Ardyanto
"Inti dari P3-TGAI adalah pemberdayaan masyarakat. Masyarakat melalui P3A yang melaksanakan kegiatan secara swakelola," katanya.
Menurut dia, setiap lokasi memperoleh dukungan anggaran sebesar Rp195 juta. Dana tersebut dikelola oleh masyarakat untuk diwujudkan dalam bentuk pembangunan infrastruktur irigasi, sekaligus mendukung operasional kelompok dalam melaksanakan kegiatan.
Ia menyampaikan, pemberdayaan masyarakat dalam program ini tidak hanya terlihat dari berdirinya saluran irigasi. Lebih jauh, kegiatan tersebut mendorong terbentuknya kebersamaan antarpetani melalui kerja sama dan gotong royong selama proses pembangunan.
"Di balik saluran irigasi itu ada sisi pemberdayaan. Ada perkumpulan petani pemakai air, sehingga masyarakat bisa guyub, rukun dan bekerja bakti membangun saluran irigasi," katanya.
Selain mendapatkan dukungan anggaran, masyarakat penerima program juga memperoleh pendampingan dari Kementerian Pekerjaan Umum. Pendamping tersebut membantu masyarakat dalam aspek teknis, administrasi, maupun pengelolaan kegiatan, sehingga pelaksanaan swakelola dapat berjalan sesuai ketentuan.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.