Pemetaan ini menjadi pesan utama Annual Members Survey (AMS) 2025–2026 yang melibatkan 141 perusahaan anggota AFTECH dari sektor sistem pembayaran, pembiayaan digital, aset digital, layanan teknologi finansial, serta platform pendukung ekosistem.
Baca Juga: Industri Fintech Tetap Jadi Mitra Strategis Perbankan di Tengah Tren Universal Banking
"Industri fintech Indonesia sedang memasuki fase pendewasaan. Daya saing ke depan tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat perusahaan tumbuh, tetapi oleh seberapa kuat fundamental bisnisnya, seberapa konsisten regulasi dapat diimplementasikan, seberapa besar kepercayaan digital yang bisa dibangun, serta seberapa nyata dampaknya bagi masyarakat dan perekonomian," kata Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir, Jumat (10/7/2026).
Berdasarkan AMS 2025-2026, AFTECH mengidentifikasi lima transisi struktural yang akan membentuk arah perkembangan industri fintech indonesia ke depan.
Pertama, dari pertumbuhan menuju penguatan fundamental bisnis. Setelah periode ekspansi yang kuat, profitabilitas, efisiensi, dan kualitas model bisnis menjadi ukuran keberhasilan yang semakin tercermin.
Kedua, dari regulasi menuju kepastian implementasi. Seiring kerangka regulasi semakin berkembang, kebutuhan industri bergeser pada konsistensi, harmonisasi, dan kepastian penerapan.
Ketiga, dari infrastruktur digital menjadi kepercayaan digital. Infrastruktur tidak lagi hanya dibutuhkan untuk mempercepat konektivitas dan transaksi, tetapi juga untuk membangun keamanan dan kepercayaan.
Keempat, dari adopsi teknologi menuju penguatan kapabilitas, Ketika penggunaan teknologi semakin luas, tantangan berikutnya adalah memastikan kesiapan manusia dan organisasi mampu mengimbanginya.
Baca Juga: M2P Fintech Dorong Industri Keuangan RI Perkuat Fraud Management System Berbasis AI
Kemudian kelima, dari inklusi menuju dampak yang lebih berkelanjutan. Setelah perluasan akses menjadi agenda utama, tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat mampu memahami, menggunakan, dan memperoleh manfaat nyata dari layanan keuangan digital.
"Lima transisi ini menunjukkan bahwa fintech semakin menjadi bagian penting dari arsitektur ekonomi digital Indonesia. Karena itu, kolaborasi antara industri, regulator, pemerintah, lembaga keuangan, penyedia teknologi, dan institusi pendidikan menjadi semakin penting untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan," tambah Pandu.
Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, mengatakan AMS 2025–2026 juga menunjukkan penguatan dari sisi bisnis, tata kelola, dan kesiapan teknologi. Sebanyak 43 persen responden telah membukukan laba, sementara 81 persen telah menjalin kemitraan aktif dengan pelaku ekosistem lain.