Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:02 WIB
Jakarta, VIVA – Kunjungan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad hingga Kapolri ke Bursa Efek Indonesia (BEI) saat pasar modal RI bergejolak kemarin, dinilai punya dampak penting.
Baca Juga
Hal itu disampaikan Pengamat politik Bawono Kumoro terkait kunjungan Dasco dan Kapolri setelah IHSG ambruk akibat pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) dapat memberikan ketenangan kepada pelaku pasar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kehadiran perwakilan dari legislatif dan pemerintah dinilai menjadi sinyal koordinasi untuk menjaga stabilitas pasar modal Indonesia.
Baca Juga
"Kunjungan Sufmi Dasco sebagai representasi dari pimpinan DPR RI bersama dengan Ketua OJK dan CEO Danantara serta Kapolri ini sangat penting dalam konteks untuk berkoordinasi dengan pemangku otoritas terkait bagaimana perbaikan regulasi itu harus dilakukan demi menjaga stabilitas dan trust pasar modal," kata Bawono dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Bawono, kunjungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor global maupun investor ritel agar tetap berinvestasi di pasar saham Indonesia dan merasa aman dalam bertransaksi.
Baca Juga
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengunjungi BEI setelah MSCI mengumumkan penurunan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Dasco menegaskan DPR RI terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap perkembangan pasar saham.
Hasil koordinasi dengan para pemangku kepentingan akan menjadi dasar bagi DPR untuk memastikan reformasi pasar modal berlangsung secara konsisten dan mempertimbangkan masukan dari lembaga internasional.
"Kami memonitor serta meminta kepada bursa untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan,” kata Dasco.
Dalam kunjungan tersebut, Dasco turut didampingi Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kapolri, serta CEO Danantara Indonesia sebagai perwakilan pemerintah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dasco mengatakan DPR RI telah memantau berbagai perkembangan dan informasi mengenai pasar saham Indonesia.
Ia juga meminta BEI melakukan pembenahan serta mengakomodasi masukan dari berbagai lembaga pemeringkat internasional. (ant)
Kapolri Jenderal Suyudi Resmikan Desk Ketenagakerjaan di 14 Polda dan 35 Polres
Perluasan Desk Ketenagakerjaan merupakan langkah Polri untuk memperkuat perlindungan hak pekerja sekaligus menindaklanjuti pengesahan UU Perlindungan Ketenagakerjaan
VIVA.co.id
17 Oktober 2026