Pemerintah memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mendorong keterlibatan pemerintah daerah (pemda) hingga tingkat desa. Langkah ini dinilai penting karena pencegahan karhutla membutuhkan respons cepat di wilayah yang berhadapan langsung dengan masyarakat dan kawasan rawan kebakaran.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan bahwa pemda memiliki peran penting dalam melakukan pencegahan dan penanganan karhutla. Menurutnya, keterlibatan tidak cukup berhenti di tingkat provinsi atau kabupaten/kota, tetapi perlu diperkuat hingga jajaran pemerintahan paling bawah.
Tito mendorong agar pemerintah daerah mengoptimalkan seluruh perangkat dan sumber daya yang dimiliki untuk mengantisipasi karhutla. Upaya tersebut mencakup koordinasi dengan aparat di tingkat desa serta penguatan kesiapsiagaan untuk mencegah munculnya titik api baru.
“Jadi, kita ingin agar pemerintah daerah ini betul-betul ikut terlibat, sampai ke tingkat desa. Karena yang paling tahu kondisi di lapangan adalah mereka yang berada di daerah," ujar Tito, Senin (24/8).
Peneliti Pusat Riset Kependudukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andy Ahmad Zaelany, menilai penguatan koordinasi hingga desa perlu diikuti dengan dukungan nyata dari pemerintah di atasnya. Menurutnya, aparat desa merupakan pihak yang terdampak langsung sekaligus berada paling dekat dengan lokasi karhutla.
“Seyogyanya berkoordinasi dengan intensif, terutama dengan pihak desa yang merupakan terdampak paling langsung. Tentu saja aparat desa ini harus didukung dan di-back up oleh pihak-pihak yang di atasnya, misalnya bantuan peralatan pemadam kebakaran dan petugas yang ikut membantu memadamkan karhutla," kata Andy, Senin (31/8).
Andy mengatakan keterbatasan jumlah aparat dan tenaga di tingkat desa membuat dukungan personel serta peralatan menjadi penting, terutama ketika kebakaran meluas. Menurutnya, kapasitas desa perlu diperkuat agar masyarakat tidak hanya menjadi pihak yang terdampak, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melakukan pencegahan dan respons awal.
Ia menambahkan, pemda yang berhubungan langsung dengan masyarakat di tingkat akar rumput memiliki peran besar dalam pencegahan dini. Selain edukasi kepada masyarakat, pemda dapat membantu memantau kondisi vegetasi dan kelembapan lahan gambut serta memperkuat kesiapan pemadaman ketika terjadi kebakaran.
Andy juga mendorong pemda menggerakkan lembaga dan organisasi yang telah ada di desa, khususnya organisasi kepemudaan. Pelibatan kelompok masyarakat tersebut dapat memperluas kapasitas pemantauan dan respons awal di lapangan, sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan aparat penanganan karhutla.