Jakarta (ANTARA) - Program Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Future Project atau JFP dan JAFF IP Connection atau JIPCon untuk penyelenggaraan 2026 saat ini tengah memasuki masa pendaftaran untuk memfasilitasi penyerahan berkas film serta kekayaan intelektual (IP) nonfilm.
Batas akhir pendaftaran program JAFF Market 2026 itu diumumkan telah dibuka sejak 31 Juli hingga 1 September 2026 melalui situs resmi jaff-market.com, seiring langkah transformasi JIPCon dari nama sebelumnya, JAFF Content Market (JCM).
Business Director JAFF Market, Sekarini Seruni, menjelaskan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis, perubahan nama tersebut untuk memperjelas pintu masuk adaptasi karya di luar ekosistem perfilman.
"Banyak cerita dengan potensi layar yang kuat berada di luar jalur film. Melalui JIPCon, kami ingin membuat pintu masuknya lebih jelas dan mempertemukan pemilik IP dengan pihak yang mempunyai kapasitas untuk mengembangkan, membiayai, dan membawa cerita tersebut kepada penonton atau penikmat karya. Perubahan nama ini mencerminkan fokus kami pada koneksi yang menghasilkan tindak lanjut nyata," ujar Seruni.
Pendaftaran JIPCon terbuka bagi pemilik materi kreatif berupa buku, novel, komik, lagu, gim video, konten digital, hingga karya ilmiah untuk dipertemukan dengan investor dan produser internasional pada 28 sampai 30 November 2026 di Jogja Expo Center, Yogyakarta.
Bersamaan dengan itu, program JFP juga menambah kapasitas ruang pendampingan menjadi 12 film panjang dari kawasan Asia Pasifik, meningkat dari batas kuota tahun lalu yang hanya menyediakan tempat untuk 10 karya film panjang, dengan prioritas utama yang memiliki unsur Indonesia.
"Pada pelaksanaan tahun ini, penambahan 12 proyek diharapkan memberi ruang lebih banyak cerita dari Indonesia dan Asia Pasifik untuk bertemu dengan mitra yang tepat. Yang ingin kami bangun bukan hanya forum presentasi, melainkan jalur pengembangan yang berlanjut, dari pematangan proyek, pendanaan, produksi, hingga akses yang lebih luas ke pasar internasional, khususnya yang berpotensi namun belum tereksplorasi," kata Market Director JAFF Market, Linda Gozali.
Data riwayat program mencatat portofolio para alumnus yang melaju ke panggung global, seperti film "Pangku" karya Reza Rahadian di Cannes dan Busan International Film Festival 2025, "A Life Full of Holes" karya Loeloe Hendra Komara di Hong Kong Asia Film Financing Forum (HAF) 2026, serta "My Mother" karya Eddie Cahyono dan "Our Son" karya Luhki Herwanayogi di Bangkok International Content Market (BICM) 2026.
Di sektor adaptasi IP nonfilm, sejumlah karya juga telah memasuki tahap pengembangan menjadi film panjang, di antaranya "Bandits of Batavia" yang diproduksi Imajinari bersama sutradara Ernest Prakasa, "Locust" oleh Aftersun Pictures bersama sutradara Sidharta Tata, serta "Tikam Samurai" oleh Bushi Bros Films bersama sutradara Cornelio Sunny.
Bagi pelaku industri yang ingin berjejaring dengan para kreator proyek terpilih tersebut, pembelian Badge Akreditasi JAFF Market 2026 untuk periode harga khusus (Early Bird) juga telah dibuka di situs resmi JAFF Market hingga batas akhir 31 Oktober 2026.
Sumber:
https://drive.google.com/drive/folders/1Sa5FJ-pAh6oGOO8bM2qiJiv5KTFLSy_y
Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.