Pemukim Israel Nodai Kesucian Masjid Al Aqsa di bawah Perlindungan Zionis |Republika Online

2026/10/05

Umat Yahudi mengunjungi kompleks Masjid al-Aqsa selama hari raya Sukkot—yang juga dikenal sebagai Perayaan Pondok Daun—di Kota Tua Yerusalem, 27 September 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Para pemukim Zionis, Ahad (4/10/2026), menyerbu halaman Masjid Al-Aqsa, di bawah perlindungan polisi Israel. Hal ini dilakukan di tengah pengetatan langkah-langkah militer di sekitar masjid dan Kota Tua Yerusalem.

Sumber-sumber di Yerusalem melaporkan, puluhan pemukim mulai memasuki halaman Masjid Al Aqsa melalui Gerbang Al-Maghariba (Gerbang Dung) yang berada sepenuhnya di bawah kendali Israel. Mereka kemudian berkeliling di area masjid sambil melakukan ritual Talmud di bagian timur kompleks Al-Aqsa.

Aksi penyerbuan tersebut terjadi setelah peningkatan signifikan dalam aktivitas pemukim di halaman Al Aqsa selama musim hari raya Yahudi. Menurut otoritas Yerusalem, sebanyak 11.409 pemukim memasuki kompleks masjid selama periode hari raya dalam kalender Ibrani, yang berlangsung sejak Tahun Baru Ibrani hingga berakhirnya rangkaian penyerbuan selama Sukkot atau Hari Raya Pondok Daun.

Khusus selama hari-hari Sukkot, sebanyak 9.123 pemukim memasuki kompleks Al Aqsa. Mereka melakukan berbagai ritual, doa, tarian, nyanyian, serta mengibarkan bendera Israel di dekat Kubah Batu, menurut sumber-sumber di Yerusalem.

Selain itu, Pusat Informasi Palestina “Ma'ata” mendokumentasikan 29 kasus penodaan Masjid Al Aqsa sepanjang September, dari total 736 pelanggaran Israel di Yerusalem pada bulan tersebut. Pelanggaran itu mencakup 79 aksi penyerbuan, 152 penangkapan, dan 35 perintah pengusiran terhadap warga Yerusalem.

Selama bertahun-tahun, Masjid Al Aqsa berulang kali menjadi sasaran penyerbuan para pemukim di bawah perlindungan polisi Israel.  Sementara berbagai pembatasan diberlakukan terhadap akses warga Palestina untuk beribadah di masjid, terutama selama musim hari raya Yahudi.

Sumber:

SABA