Dogiyai (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Tengah membangun asrama SMP YPPK Santo Fransiskus Asisi Mapia di Kampung Omakapau, Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak Papua di wilayah pegunungan.
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa di Dogiyai, Senin, mengatakan anak-anak Papua di wilayah pegunungan memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak sehingga pembangunan fasilitas pendidikan harus menjangkau sampai ke kampung.
“Anak-anak di wilayah pegunungan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Karena itu, pembangunan pendidikan harus hadir hingga ke kampung-kampung,” kata Meki Nawipa.
Ia mengatakan, pembangunan asrama tersebut tidak hanya ditujukan untuk menyediakan tempat tinggal bagi siswa, tetapi juga menciptakan lingkungan yang nyaman agar anak-anak dapat belajar tanpa harus meninggalkan daerah asalnya terlalu jauh.
Meki Nawipa menjelaskan bahwa Pemprov Papua Tengah akan melengkapi fasilitas asrama tersebut, termasuk tempat tidur dan kasur, sehingga dapat digunakan secara layak oleh para siswa.
Ia juga membuka kemungkinan pengembangan sekolah terintegrasi yang mencakup jenjang SD, SMP hingga SMA untuk memudahkan anak-anak Mapia melanjutkan pendidikan di wilayahnya sendiri.
Meki Nawipa mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Dogiyai yang telah membuka akses jalan menuju wilayah Mapia. Terbukanya jalan dinilai memudahkan pemerintah menghadirkan pelayanan dasar sekaligus mendekatkan masyarakat pegunungan dengan pusat-pusat pelayanan.
“Ketika jalan sudah terbuka, listrik masuk, sekolah berdiri dan jaringan telekomunikasi tersedia, jarak antara masyarakat pegunungan dengan dunia luar tidak lagi menjadi persoalan besar,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Dogiyai Yudas Tebai berharap Pemprov Papua Tengah dapat memberikan perhatian terhadap pemenuhan sarana dan prasarana serta peningkatan mutu pendidikan di daerah tersebut.
Menurut Yudas, Pemkab Dogiyai setiap tahun melaksanakan revitalisasi pendidikan melalui perbaikan sarana dan prasarana serta pemenuhan tenaga pendidik.
Namun, pemerintah daerah masih menghadapi kekurangan tenaga kependidikan pada berbagai jenjang pendidikan.
“Kami berharap ke depan kalau ada perekrutan tenaga guru dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah dapat memperhatikan kami dalam rangka pemenuhan tenaga guru,” katanya.
Secara keseluruhan, Kabupaten Dogiyai memiliki 66 SD, 14 SMP dan empat SMA/SMK yang tersebar di seluruh wilayah.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.