Pemprov mendata warga NTT di Papua yang minta difasilitasi pulang

2026/09/18

Pemprov mendata warga NTT di Papua yang minta difasilitasi pulang

Jumat, 18 September 2026 21:27 WIB

Image Print

Wagub NTT Johni Asadoma saat menghadiri acara pemberian penghargaan dari LVRI di Kupang, Jumat (18/9/2026). ANTARA/Kornelis Kaha

Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendata sejumlah warga NTT di Papua yang meminta difasilitasi pulang ke daerah asal karena merasa tidak aman menyusul gangguan keamanan di sejumlah wilayah.

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma di Kupang, Jumat, mengatakan beberapa warga telah menyampaikan permintaan untuk kembali ke NTT dan sebagian di antaranya berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

"Ada beberapa. Mereka meminta karena sudah tidak merasa aman di sana, Papua. Kita lagi mendatanya," katanya.

Johni menilai wajar apabila warga yang merasa tidak aman ingin berpindah ke tempat yang lebih aman.

"Saya rasa normal saja ya, kalau di mana pun kita berada kalau kita merasa tidak aman, kita akan mencari tempat yang lebih aman," ujarnya.

Meski demikian, ia berharap kondisi keamanan di wilayah tersebut segera kembali kondusif sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.

Untuk memastikan kondisi warga NTT di Papua, Johni mengatakan telah bertemu dengan Ketua Komunitas Flobamora di Papua dan membahas situasi keamanan setelah peristiwa penembakan di Jayawijaya.

Menurut informasi yang diterimanya, secara umum kondisi keamanan di Papua kondusif, sedangkan gangguan keamanan terjadi di sejumlah wilayah tertentu.

"Menurutnya pada umumnya kondisi keamanan di daerah itu kondusif, namun hanya di daerah-daerah tertentu saja," kata Johni.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tempat terjadinya penembakan terhadap tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya pada Rabu (9/9).

Tiga ASN meninggal dalam peristiwa tersebut. Dua korban berasal dari NTT, yakni Wili Mbuik asal Rote Ndao dan Alfonsius Albinus Mehan asal Kabupaten Sikka, sedangkan seorang korban lainnya berasal dari Toraja, Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, keluarga Wili Mbuik juga meminta pemerintah memberikan jaminan keamanan bagi warga NTT yang masih berada di Jayawijaya. Keluarga menyebut masih terdapat sejumlah warga asal Rote Ndao di wilayah tersebut.

Johni mengatakan Pemprov NTT akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan apabila diperlukan pemindahan warga dari wilayah yang dinilai rawan ke lokasi yang lebih aman.

"Kalau memang harus demikian, akan kita koordinasikan dengan Pemprov Papua Pegunungan," katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Merasa tak aman, sejumlah warga NTT di Papua minta dipulangkan

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.