Pemprov Kaltim ambil alih pengelolaan Mal Lembuswana Samarinda - ANTARA News Kalimantan Timur

2026/08/08

Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi mengambil alih pengelolaan Mal Lembuswana Samarinda setelah 30 tahun ditangani pihak swasta yakni PT Cipta Sumina Indah Satresna (CSIS).

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni di Samarinda, Jumat,mengatakan pengelolaan mal selanjutnya dipercayakan kepada Perusahaan Daerah Melati Bhakti Satya (MBS).

Melalui BUMD tersebut, Pemprov Kaltim mendorong revitalisasi kawasan dengan menghadirkan lebih banyak aktivitas masyarakat, mulai dari pertunjukan komunitas, acara keluarga, hingga hiburan modern.

Menurut Sri Wahyuhni, Mal Lembuswana bukan sekadar pusat perbelanjaan, tetapi menjadi saksi lahirnya swalayan modern di Samarinda sejak berdiri pada 1996.

"Kita tidak ingin sejarah Mal Lembuswana menjadi redup karena transisi pengelolaan. Justru ini menjadi awal untuk menghidupkan kembali perannya sebagai pusat perdagangan, pusat aktivitas masyarakat, sekaligus penggerak ekonomi Kalimantan Timur," kata Sekda usai serah terima berlangsung di Kompleks Mal Lembuswana Samarinda.

Ia mengungkapkan sejumlah tenant besar telah menyatakan komitmen melanjutkan kerja sama. Di antaranya Matahari Department Store, Foodmart, Gramedia, Sports Station, KFC, BreadLife, Guardian, Samsung, Bank Kaltimtara, BRI dan Panin Bank.

Sementara beberapa tenant nasional seperti CGV Cinema, AZKO, Informa, Mr. DIY, Solaria, J.CO, Pizza Hut Group, Kopi Kenangan, hingga Fore Coffee masih dalam tahap penjajakan.

"Di usia ke-30 tahun, Mal Lembuswana ternyata masih memiliki daya tarik. Ini menjadi modal besar untuk menghadirkan 'new era' sehingga kembali menjadi pusat aktivitas dan destinasi favorit masyarakat," katanya.

Direktur Utama PT Cipta Sumina Indah Satresna (CSIS), Edward Sinanta Marwin selaku pengelola mal, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Kaltim atas sinergi yang telah terjalin selama tiga dekade.

Menurut dia, Mal Lembuswana telah menjadi bagian dari denyut nadi perekonomian Kota Samarinda dengan menciptakan lapangan kerja dan menjadi destinasi belanja serta rekreasi keluarga.

"Kami menyerahkan kembali aset ini kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan harapan dapat terus dikembangkan sehingga kembali menjadi pusat perbelanjaan yang ramai dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat," ujarnya.

Mal Lembuswana berdiri sejak 1996–1998 di Samarinda di atas lahan Pemprov Kaltim, merupakan mal tertua kedua di daerah itu.

Operasional mal ini melalui skema kerja sama
Build-Operate-Transfer ( BOT) atau kerja sama antara pemilik lahan (Pemprov Kaltim) dengan pihak swasta untuk mendirikan sebuah bangunan komersial.

Memasuki era 2010-an, popularitas pusat perbelanjaan ini menurun akibat persaingan dan tertinggalnya fasilitas, yang memuncak pada sepinya operasional pada awal 2026.

Seiring berakhirnya kontrak HGB PT CSIS pada 26 Juli 2026, aset ini dikembalikan ke Pemprov Kaltim dan diserahkan pengelolaannya kepada BUMD PT Kaltim Melati Bhakti Satya (KTMBS).

Di bawah manajemen baru per 7 Agustus 2026, mal ini direncanakan bertransformasi menjadi lifestyle hub dengan konsep semi-outdoor untuk menghidupkan kembali denyut ekonomi Kota Samarinda.

Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.