Pemprov Jateng memberikan bonus kafilah juara MTQ Nasional
Kamis, 24 September 2026 16:58 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama kafilah MTQ Nasional XXXI yang mewakili provinsi tersebut. (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)
Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi kepada Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI yang mewakili provinsi tersebut meraih juara.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, di Semarang, Kamis, mengatakan bahwa kafilah Jateng sukses mengoleksi 36 gelar juara dari berbagai cabang dan golongan pada MTQ Nasional XXXI.
Prestasi itu, terdiri atas delapan gelar terbaik pertama, tujuh terbaik kedua, 15 terbaik ketiga, dua juara harapan pertama, dua juara harapan kedua, dan dua juara harapan ketiga.
Bahkan, kafilah Jateng menempati juara kedua pada MTQ Nasional XXXI, atau melesat dari posisi 16 pada ajang serupa sebelumnya.
Anggota kafilah Jateng pada MTQ Nasional XXXI yang berhasil meraih juara mendapat apresiasi dari Pemprov Jateng berupa bonus uang pembinaan hingga hadiah umrah.
Bagi juara pertama, penghargaan yang diberikan tidak hanya berupa uang pembinaan Rp50 juta, tetapi juga hadiah umrah senilai Rp50 juta.
Untuk juara kedua mendapatkan uang pembinaan Rp40 juta, dan juara ketiga sebesar Rp30 juta.
Adapun juara harapan pertama mendapat Rp20 juta, harapan kedua Rp15 juta, dan harapan ketiga Rp10 juta.
Tak berhenti di situ, Baznas Jateng turut memberikan bonus tambahan senilai Rp282 juta kepada kafilah Jateng.
Apresiasi tersebut juga diberikan kepada peserta yang belum berhasil membawa pulang gelar juara.
"Saya sendiri bersyukur menjadi saksi sejarah bahwa MTQ pernah berkibar di Jawa Tengah," kata Luthfi.
Salah satu penerima apresiasi adalah Muhammad Abdul Faqih dari Kota Semarang yang berhasil menjadi terbaik pertama cabang Tafsir Bahasa Indonesia.
Baginya, penghargaan tersebut terasa istimewa, apalagi MTQ kali ini menjadi kesempatan terakhirnya mengikuti kompetisi sebagai peserta.
Ia bukan pendatang baru di panggung MTQ nasional karena sebelumnya pernah mewakili Jateng pada cabang hafalan 30 juz dan meraih juara pertama nasional.
Pada MTQ XXXI, Faqih mencoba tantangan baru dengan mengikuti cabang Tafsir Bahasa Indonesia, dan hasilnya pun kembali membawanya ke podium tertinggi.
"Alhamdulillah sangat bersyukur kali ini saya pindah cabang ke cabang tafsir dan alhamdulillah diberi penghargaan juara satu," katanya.
Menurut dia, tambahan hadiah umrah bagi juara pertama menjadi bentuk perhatian yang membuatnya semakin termotivasi untuk terus mendalami Al Quran.
Baca juga: Pemkot Semarang umrahkan 7 peserta peraih juara MTQ Nasional
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.