Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Gorontalo mengevaluasi kondisi 187 unit Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama di tengah kondisi musim kemarau.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo Jamal Nganro di Gorontalo, Jumat, mengatakan dari 187 unit JIAT yang tersedia, sebanyak 117 unit masih beroperasi, sementara 70 unit lainnya memerlukan rehabilitasi.
Ia mengatakan evaluasi dilakukan untuk memastikan infrastruktur tersebut dapat berfungsi optimal dalam mendukung kebutuhan air petani ketika debit air sungai terbatas.
“Dengan adanya program JIAT, diharapkan produktivitas petani tidak menurun meskipun musim kemarau. Karena itu, perlu dipastikan berapa luas lahan yang bisa diairi dan apakah masyarakat di sekitar sumur masih aktif bercocok tanam,” ujar Jamal.
Menurut dia, setiap unit JIAT diproyeksikan mampu mengairi sekitar 5 hingga 10 hektare lahan pertanian. Namun, kapasitas tersebut perlu diverifikasi melalui data kondisi sumur, luas lahan yang terlayani, serta aktivitas pertanian masyarakat di sekitar lokasi.
Jamal mengatakan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo melengkapi data operasional seluruh JIAT sebagai dasar untuk menentukan kebutuhan penanganan.
Setelah data tersebut tersedia, Gubernur juga direncanakan meninjau langsung kondisi JIAT di lapangan.
Sementara itu, Kepala BWS Sulawesi II Gorontalo Ali Rahmat mengatakan pihaknya menyiapkan program pembangunan dan rehabilitasi JIAT dengan dukungan pendanaan Bank Dunia.
Pada 2027, direncanakan pembangunan 18 sumur baru dan rehabilitasi 10 sumur. Program tersebut dirancang berlangsung hingga 2030.
Evaluasi JIAT sebelumnya menjadi salah satu pembahasan dalam rapat pemaparan laporan kemajuan pelaksanaan program JIAT dan daerah irigasi di Provinsi Gorontalo yang dipimpin Gubernur Gusnar Ismail di Ruang Dulohupa, Gubernuran, Kamis (1/10).
Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan infrastruktur irigasi air tanah yang telah dibangun dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan lahan pertanian dan mendukung produktivitas petani.
Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.