Pemprov Bengkulu: Pulau Enggano pertahankan status bebas rabies - ANTARA News Bengkulu

2026/10/01

Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu menyebut pulau terluar Indonesia di Bengkulu, Pulau Enggano mempertahankan status menjadi wilayah yang bebas dari penyakit rabies berdasarkan pemantauan kesehatan hewan di daerah tersebut.

"Kalau Enggano, memang masih bebas rabies," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu Abdul Hadi di Bengkulu, Kamis.

Abdul Hadi mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dipertahankan melalui pengawasan dan upaya pencegahan terhadap penyakit rabies.

Pulau Enggano merupakan pulau terluar yang terletak sekitar 90 mil laut dari ibu kota provinsi maupun ibu kota kabupaten. Akses dari Kota Bengkulu menggunakan kapal perintis yang memerlukan waktu 12 jam bahkan bisa lebih lama jika cuaca buruk.

Selain kapal perintis, transportasi dari ke Pulau Enggano juga bisa melewati penerbangan perintis yang tersedia dua kali dalam seminggu dan juga bergantung cuaca.

Abdul Hadi mengatakan pemerintah daerah juga fokus pada upaya vaksinasi sebagai bagian penting dalam menjaga wilayah yang memiliki populasi hewan penular rabies (HPR), terutama pada daerah yang memiliki risiko lebih tinggi.

Pemerintah Provinsi Bengkulu saat ini memiliki stok sekitar 4.350 dosis vaksin rabies yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi di wilayah prioritas.

Selain vaksin yang bersumber dari APBN sebanyak 4.000 dosis, pemerintah daerah juga menyediakan 2.000 dosis melalui APBD untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi rabies.

Abdul Hadi mengatakan vaksinasi dilakukan dengan mempertimbangkan populasi HPR dan tingkat kerawanan masing-masing wilayah sehingga pelaksanaannya dapat diprioritaskan pada daerah yang membutuhkan.

Pemerintah Provinsi Bengkulu juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan hewan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan hewan dan masyarakat.

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.