Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu mencanangkan Gerakan Serentak Cek Kesehatan Gratis (Gertak CKG) Merah Putih sebagai upaya menekan angka kesakitan masyarakat melalui deteksi dini penyakit.
"Bapak Presiden Prabowo menginginkan masyarakat Indonesia sehat. Namun, sehat itu dimulai dari deteksi dini penyakit. Karena itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu harus sejalan dengan Presiden dan berkomitmen menangani masalah kesehatan, dimulai dari deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan gratis," kata Wakil Gubernur Bengkulu Mian di Bengkulu, Selasa.
Mian mengatakan Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen mendukung program Pemerintah Pusat dalam menekan angka kesakitan melalui penguatan upaya promotif dan preventif, salah satunya dengan pemeriksaan kesehatan gratis.
Menurut dia deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat sehingga penanganan terhadap penyakit dapat dilakukan lebih awal.
Mian menegaskan Pemerintah Provinsi Bengkulu perlu meningkatkan capaian program CKG agar semakin banyak masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan gratis.
"Gerakan ini sudah berjalan satu tahun. Kita masih berlandai-landai. Dari 38 provinsi, penduduk kita hanya dua juta lebih. Maka, untuk menindaklanjuti ini, kita harus mengejar lompatan capaian pemeriksaan kesehatan gratis yang mumpuni," kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Yasman mengatakan pencanangan Gertak CKG bertujuan meningkatkan cakupan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.
"Imbauan bapak gubernur terkait pemeriksaan kesehatan gratis secara serentak ini dimulai hari ini. Tujuan kita meningkatkan pencapaian cek kesehatan gratis secara terintegrasi dengan pelayanan kesehatan di puskesmas," ujar Yasman.
Yasman mengatakan pemeriksaan kesehatan gratis akan diintegrasikan dengan pelayanan kesehatan di puskesmas sehingga masyarakat dapat memperoleh akses pemeriksaan secara lebih mudah dan terjangkau.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.