Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melibatkan 102 perguruan tinggi (PT) dan akademi untuk mendampingi pelaksanaan program Kampung Pancasila di 1.360 rukun warga di wilayah setempat.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji di Surabaya, Kamis, mengatakan keterlibatan perguruan tinggi tersebut diarahkan untuk memperkuat pengembangan kampung melalui dukungan sumber daya akademik, penelitian, inovasi, serta pendampingan terhadap masyarakat.
"Kampus-kampus di Surabaya baik negeri maupun swasta itu memang kita yakini mempunyai kemampuan cukup besar untuk turut membantu pelaksanaan program-program yang ada di Kota Surabaya," kata Agus.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki sumber daya yang dapat dikolaborasikan dengan masyarakat mulai dari peneliti, inovator hingga inventor. Sehingga, mampu membantu masyarakat mengidentifikasi persoalan sekaligus menggali potensi yang dapat dikembangkan di masing-masing kampung.
"Karena mereka mempunyai sumber daya yang luar biasa, para peneliti, para inovator, inventor yang diharapkan nanti jika bergabung dengan masyarakat bisa membantu mengidentifikasi permasalahan atau membantu mengidentifikasi potensi," ujarnya.
Agus menjelaskan, hasil identifikasi tersebut diharapkan dapat mendorong penyelesaian berbagai persoalan sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki setiap kampung. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya bertumpu pada tingkat kota, tetapi dimulai dari lingkungan masyarakat.
"Maka masalah bisa selesai, potensi bisa dikembangkan, sehingga kemajuan Surabaya nantinya akan melesat karena akan dimulai dari kampung-kampung yang jumlahnya 1.360-an," katanya.
Ia menyebut, dukungan perguruan tinggi terhadap seluruh RW menjadi salah satu kekuatan untuk menyukseskan program Kampung Pancasila. Kolaborasi tersebut diharapkan turut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Nah, ini kalau semua jalan didukung kampus itu maka harapan kita program Kampung Pancasila ini bisa sukses menyejahterakan Kota Surabaya," ujar Agus.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan 1.360 RW memiliki kesempatan untuk mengikuti rangkaian Lomba Kampung Pancasila 2026.
Eddy pun mengajak seluruh RW di Surabaya berpartisipasi dalam program tersebut. Menurutnya, seluruh wilayah memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan masing-masing.
Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.