Sorong (ANTARA) - Pemerintah Kota Sorong, Papua Barat Daya, meluncurkan program smart city sebagai tulang punggung jaringan infrastruktur digital untuk mendukung peningkatan kinerja dan pelayanan pemerintahan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Sorong, James Burung di Sorong, Senin, mengatakan jaringan tersebut memiliki kapasitas sekitar 1,2 GB untuk jaringan domestik dan 600 Mbps untuk bandwidth internasional.
“Backbone atau yang menjadi tulang punggung jaringan infrastruktur khusus Pemerintah Kota Sorong saat ini merupakan kapasitas terbesar kedua di Tanah Papua setelah PT Freeport,” katanya usai momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Halaman Kantor Wali Kota.
Ia mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut diarahkan untuk mendukung kecepatan kinerja pemerintah, terutama pada sektor pendidikan dan kesehatan yang telah terpasang jaringan infrastrukturnya.
Menurut dia, jaringan fiber optik yang dibangun saat ini telah menjangkau sekitar 16 kilometer persegi dan akan terus diperluas melalui penambahan sejumlah titik akses layanan pemerintah.
“Tahun ini juga kita tambah dengan beberapa titik akses poin di titik-titik layanan pemerintah di bidang kesehatan, pendidikan, termasuk di Rumah Sakit Sele Be Solu. Di lingkungan pemerintah kota sendiri, untuk semua OPD hampir sudah terairi jaringan backbone untuk program smart city,” ujarnya.
James menjelaskan jaringan intra pemerintah tersebut mencakup sekitar 100 titik yang tersebar pada organisasi perangkat daerah (OPD), distrik, sejumlah kelurahan, puskesmas serta sekolah mulai dari SD, SMP hingga SMA.
Ia mengatakan pembangunan jaringan fiber optik dilakukan melalui kabel udara sebagai bagian dari program Dinas Kominfo dalam memperkuat infrastruktur digital pemerintah daerah.
James berharap penguatan infrastruktur internet dapat mendukung kemandirian dan kecepatan pemerintah dalam berinovasi. Menurutnya, koneksi internet yang stabil menjadi kebutuhan penting karena gangguan jaringan dapat berdampak langsung terhadap kinerja layanan pemerintahan.
“Kemandirian, kecepatan dalam berinovasi tentunya perlu didukung oleh sarana infrastruktur internet yang memadai. Kalau kami tidak terakses internet yang stabil, otomatis kinerja-kinerja akan terganggu, khususnya jaringan intra Pemerintah Kota,” katanya.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.