Samarinda (ANTARA) - Pemkot Samarinda kini memiliki Tempat Pelelangan Ikan (TPI) modern di Kelurahan Harapan Baru yang diproyeksikan menjadi pusat ekosistem ekonomi perikanan baru sekaligus instrumen pengendali inflasi daerah.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun di Samarinda, Jumat, mengatakan keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari berdirinya fisik bangunan, melainkan dari fungsi nyatanya di masyarakat.
"Sebelum saya meresmikan, saya datang lebih dulu untuk memastikan pekerjaan benar-benar selesai," ujarnya usai meninjau lokasi.
Menurut Andi Harun, peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proyek senilai Rp8 miliar milik Pemkot Samarinda itu telah rampung 100 persen.
TPI modern ini sudah dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti cold storage berkapasitas 120 ton serta area pelelangan yang memuat 22 lapak perdagangan.
Andi Harun menegaskan, nilai terbesar dari TPI ini bukan terletak pada beton atau angka investasinya, melainkan pada manfaat nyata bagi nelayan, pedagang, dan pelaku usaha perikanan.
Ia ingin masyarakat memperoleh tempat transaksi yang bersih, nyaman, dan tertata, sekaligus mengembangkan fungsi hilirisasi seperti penyimpanan dan pengemasan produk.
Meski begitu, kapasitas TPI sengaja dibangun menyesuaikan kebutuhan awal sebagai bentuk kehati-hatian dalam mengelola keuangan daerah.
Langkah taktis ini diambil agar pemerintah bisa melihat perkembangan aktivitas ekonomi terlebih dahulu sebelum memutuskan perluasan fasilitas.
"Kalau animo besar dan kemampuan fiskal memungkinkan, pada tahun depan kapasitas TPI kita tambah, karena lahan masih tersedia," ungkap Andi Harun.
Menjelang operasional penuh, ia tetap meminta sejumlah fasilitas pendukung seperti penerangan kawasan, kapasitas parkir, dan kelancaran akses kendaraan segera disempurnakan.
Skema pengelolaan TPI pun sedang dikaji matang, baik melalui swakelola maupun kerja sama pemanfaatan aset, demi memastikan fasilitas publik ini dikelola secara profesional, efisien, dan memberi dampak ekonomi yang berkelanjutan.
Selama ini, pusat perdagangan dan distribusi perikanan utama di Kota Samarinda bertumpu pada Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Selili di Samarinda Ilir, yang mengelola Tempat Pelelangan Ikan (TPI) untuk komoditas laut dan air tawar.
Kehadiran TPI modern di Harapan Baru, Loa Janan Ilir, kini melengkapi ekosistem tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di seberang Sungai Mahakam.
Fasilitas baru senilai Rp8 miliar yang dilengkapi cold storage berkapasitas 120 ton dan 22 lapak ini dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada pertengahan Agustus 2026, sekaligus berfungsi memecah kepadatan distribusi dan menjaga stabilitas pasokan pangan daerah.
Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.