Pemkot Palu edukasi masyarakat bahaya plastik bagi kesehatan dan lingkungan
Sabtu, 25 Juli 2026 14:17 WIB
Narasumber dari Enagic Corporate Global Trainer Kaz Yokoya memperkenalkan teknologi ionisasi air sebagai salah satu inovasi pengolahan air minum untuk mendukung pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dalam kegiatan sosialisasi penggunaan bahaya plastik bagi kesehatan dan lingkungan di Palu, Sabtu (25/7/2026). ANTARA/Nur Amalia Amir
Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) mengedukasi warga setempat akan bahaya penggunaan plastik sekali pakai terhadap kesehatan dan lingkungan sebagai upaya meningkatkan kesadaran untuk menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
“Meningkatnya penggunaan plastik sekali pakai menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama, karena berdampak serius terhadap kesehatan manusia maupun kelestarian lingkungan,” kata Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu Ibnu Mundzir pada sosialisasi bahaya penggunaan plastik bagi kesehatan dan lingkungan di Palu, Sabtu.
Ia mengatakan plastik memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, jika penggunaannya tidak terkendali, limbah plastik akan menjadi ancaman besar bagi lingkungan.
Menurut dia, limbah plastik membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai, sehingga dapat mencemari tanah, sungai, dan laut.
Selain itu, plastik juga dapat berubah menjadi mikroplastik yang masuk ke dalam rantai makanan dan berpotensi membahayakan kesehatan manusia.
Karena itu, kata dia, Pemerintah Kota Palu terus mendorong terbangunnya budaya hidup yang lebih ramah lingkungan melalui berbagai upaya edukasi kepada masyarakat.
Ia menegaskan menjaga kebersihan kota bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan generasi muda.
Untuk itu, dalam sosialisasi yang dirangkaikan dengan forum bincang bisnis tersebut Pemerintah Kota Palu berkolaborasi dengan perusahaan asal Jepang, Enagic, yang memperkenalkan teknologi ionisasi air sebagai salah satu inovasi pengolahan air minum untuk mendukung pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.
Ibnu mengatakan kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Jepang untuk berbagi wawasan mengenai pengembangan usaha, inovasi, serta pentingnya membangun bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.
Ia berharap forum tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman, membuka peluang kolaborasi, sekaligus menginspirasi lahirnya pelaku usaha yang mampu menghadirkan produk dan layanan yang lebih sehat, berkualitas, serta ramah lingkungan.
Ia mengatakan Pemerintah Kota Palu berkomitmen mendukung berbagai inovasi dan investasi yang sejalan dengan pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan apabila seluruh pihak memiliki komitmen yang sama.
Karena itu, ia mengajak masyarakat membiasakan langkah sederhana, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa tas belanja sendiri, menggunakan botol minum yang dapat digunakan berulang kali, serta memilah sampah sejak dari rumah.
“Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak yang besar bagi masa depan dan lingkungan perkotaan kita,” ujarnya.
Ia mengatakan kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan, meningkatkan kualitas kesehatan, serta mendorong lahirnya bisnis yang inovatif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
Sosialisasi tersebut dihadiri pelaku usaha, pimpinan rumah sakit, komunitas peduli lingkungan, dan akademisi serta sejumlah peserta dari berbagai kalangan.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026