Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengimbau warga mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) untuk mengantisipasi potensi kriminalitas dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di daerah itu.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram Irwan Rahadi di Mataram, Minggu, mengatakan siskamling dapat menjadi salah satu upaya masyarakat menjaga keamanan lingkungan secara swakarsa.
"Siskamling dapat menjaga keamanan, ketertiban, gangguan kriminalitas, dan kenyamanan permukiman warga secara swakarsa di tingkat lingkungan," katanya.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya aksi pemuda membawa senjata tajam di ruas jalan kawasan pinggiran Kota Mataram yang meresahkan masyarakat.
Menurut Irwan, kasus tersebut telah ditangani kepolisian dan terduga pelaku yang terlihat dalam video yang beredar telah diamankan.
Satpol PP Kota Mataram, lanjut dia, terus memantau perkembangan penanganan kasus tersebut.
Berdasarkan pengamatan awal Satpol PP, kata Irwan, mereka yang terlibat dalam aksi tersebut rata-rata merupakan anak putus sekolah yang diduga ingin menunjukkan eksistensi diri.
Karena itu, Irwan mengimbau masyarakat tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan di lingkungan masing-masing.
"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan lingkungan. Jika terjadi hal-hal seperti ini, segera laporkan ke kami maupun ke pihak kepolisian agar ruang gerak mereka tidak meresahkan," katanya.
Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah pada jam-jam rawan tengah malam apabila tidak memiliki keperluan mendesak.
Selain mendorong pengaktifan kembali siskamling, Satpol PP Kota Mataram akan meningkatkan patroli rutin dengan memberikan perhatian khusus terhadap kawasan pinggiran kota.
"Kami juga akan terus meningkatkan patroli rutin dan memfokuskan atensi ke wilayah-wilayah pinggiran kota guna menjaga suasana kondusif serta keamanan dan ketertiban masyarakat," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026