Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur mengajak anak-anak di wilayah setempat berani menyampaikan aspirasi dan berbagai persoalan yang mereka hadapi sebagai bahan evaluasi dan acuan pemerintah dalam menyusun program pembangunan daerah.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengemukakan anak-anak tidak perlu takut menyampaikan pendapat, baik mengenai perundungan di sekolah, keamanan di ruang publik, penggunaan media sosial, kesehatan mental, ruang bermain, lingkungan belajar, maupun persoalan lain yang mereka rasakan selama tumbuh dan berkembang di Kota Kediri.
"Sampaikan ide-ide terbaik dan rekomendasi yang menurut kalian perlu dilakukan pemerintah agar Kota Kediri benar-benar menjadi kota yang semakin ramah, aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan bagi seluruh anak," katanya di Kediri, Selasa.
Wali Kota dalam Kongres Anak Kota Kediri 2026 di Balai Kota Kediri tersebut menambahkan anak-anak merupakan pihak yang paling memahami kebutuhan mereka sehingga suara dan aspirasi yang disampaikan perlu didengar oleh pemerintah daerah.
Ia menegaskan Kongres Anak 2026 bukan sekadar agenda tahunan atau kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan suara, gagasan, dan harapan kepada pemerintah daerah.
Vinanda berharap aspirasi yang disampaikan dalam Kongres Anak Kota Kediri 2026 tidak berhenti sebagai bahan diskusi, tetapi dapat dipelajari dan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
Ia mengatakan suara anak yang dihasilkan melalui forum tersebut dapat menjadi salah satu referensi dalam menyusun, mengevaluasi, dan mewujudkan program pembangunan daerah.
Wali Kota juga mengajak anak-anak turut berperan dalam mewujudkan Kota Kediri sebagai daerah yang ramah, aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan bagi seluruh anak.
Sesuai dengan peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang mengusung tema Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan.
Tema ini, kata dia, mengingatkan kita bahwa membangun masa depan bangsa tidak cukup hanya dengan memberikan pendidikan yang baik.
"Tetapi juga memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, penuh kasih sayang, serta mendapatkan hak-haknya secara utuh," katanya.
Ia menambahkan pemenuhan hak anak secara utuh membutuhkan umpan balik secara berkala dari anak-anak terkait hak yang telah mereka dapatkan maupun yang masih belum terpenuhi.
Oleh karena itu, Kongres Anak 2026 diharapkan menjadi wadah bagi anak, pendamping, guru, dan pemerintah daerah untuk membahas berbagai isu yang dihadapi anak sekaligus mencari solusi bersama.
Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.