Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Barat menggencarkan kegiatan pengurasan lumpur sedimen di saluran air hingga akhir 2026 untuk mengurangi potensi banjir saat musim hujan.
Kegiatan bertajuk "Gerebek Lumpur" itu dimulai serentak di delapan kecamatan pada 19 Juli sampai 31 Desember 2026.
"Pemkot Jakarta Barat telah menerbitkan Surat Tugas Wali Kota yang menginstruksikan pelaksanaan "Gerebek Lumpur" secara rutin mulai 19 Juli hingga 31 Desember 2026," kata Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Iin mengatakan evaluasi akan dilakukan secara berkala berdasarkan volume lumpur dan sedimen yang berhasil diangkut.
"Kita tidak ingin hal tersebut terulang kembali. Pada Januari 2027 nanti, kita harapkan titik banjir dan genangan di wilayah Jakarta Barat bisa berkurang secara signifikan," kata dia.
Tingginya limpahan air pada awal 2026, kata Iin, membuat program pengurasan lumpur semakin mendesak untuk dilakukan.
"Fokus utamanya menormalisasi saluran mikro di lingkungan warga, membersihkan sedimentasi lumpur, serta menindak tegas penyempitan atau penutupan saluran air ilegal yang melanggar Peraturan Daerah," ujar Iin.
Sebagai lokasi prioritas pengurasan lumpur, Pemkot Jakarta Barat membagi Kelurahan Kapuk dalam empat zona, yakni Jalan Kebon Jahe (RT 003/RW 003), Jalan Gang Empang (RT 021/RW 012), Jalan Pedongkelan (RW 013) dan Jalan Kali Apuran (RT 008/RW 012).
Pada uji coba minggu sebelumnya di Jalan Kapuk Raya, pengerjaan intensif selama tiga jam berhasil mengangkut 1.000 karung sampah dan lumpur yang berdampak langsung pada penurunan debit air hingga 60 sentimeter.
Iin mengatakan Pemkot Jakarta Barat juga terus mendorong penerapan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
"Kemudian, mengawal pembangunan infrastruktur pengendali banjir, seperti Waduk Pojok di Kembangan Selatan dan penyambungan saluran air ke kali utama," imbuhnya.
Baca juga: 54 KK di Kapuk terdampak relokasi pembangunan rumah pompa cegah banjir
Baca juga: Warga Pondok Labu kenalkan inovasi alat pendeteksi mitigasi banjir
Baca juga: SDA Jaktim keruk saluran penghubung di Susukan untuk cegah banjir
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.