Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat layanan kesehatan tingkat pertama dengan mendorong optimalisasi puskesmas pembantu (pustu) sebagai fasilitas kesehatan yang dekat dan mudah diakses masyarakat.
Penguatan layanan tersebut menjadi perhatian saat Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus dan Direktur Dekonsentrasi Tugas Pembantuan dan Kerja Sama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Elvin Elyas ke Pustu Dauh Puri, wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Barat, Jumat.
Dalam kunjungan tersebut, Wamenkes meninjau langsung sejumlah fasilitas pelayanan yang tersedia di Pustu Dauh Puri. Di antaranya Ruang Kesehatan Gigi dan Mulut, Ruang Kesehatan Ibu dan KB, Kelas Ibu Hamil, Ruang Kesehatan Anak dan Imunisasi, serta Ruang Damakesmas.
Kelengkapan layanan tersebut mendapat apresiasi dari Wamenkes.
Benjamin menilai Pustu Dauh Puri memiliki pelayanan yang cukup lengkap dengan standar yang baik untuk ukuran fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Menurut Benjamin, penguatan layanan kesehatan di tingkat paling dekat dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus mendorong upaya pencegahan berbagai masalah kesehatan.
Ia juga menyoroti capaian angka stunting di Bali yang berada pada kisaran 8,2 persen, jauh di bawah angka nasional yang disebut mencapai 19,8 persen. Karena itu, kunjungan ke Denpasar dilakukan untuk melihat secara langsung strategi dan program yang telah diterapkan sehingga capaian tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain.
Selain pelayanan pustu, Benjamin memberikan perhatian terhadap inovasi Pemerintah Kota Denpasar melalui layanan Damakesmas yang telah berjalan lebih dari tujuh tahun. Layanan tersebut juga didukung Call Center 112 yang beroperasi selama 24 jam.
Sementara itu, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan Pemkot Denpasar terus mendorong penguatan pelayanan kesehatan tingkat pertama agar masyarakat mendapatkan layanan yang cepat, mudah dan dekat.
“Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk menyampaikan berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota Denpasar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk melalui penguatan pelayanan kesehatan tingkat pertama,” ujarnya.
Jaya Negara menegaskan, pustu tidak hanya diarahkan sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga memiliki peran penting dalam upaya promotif dan preventif serta deteksi dini berbagai persoalan kesehatan di masyarakat.
Menurut dia, keberadaan pustu yang dekat dengan lingkungan tempat tinggal warga dapat membantu mempercepat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat pencegahan sebelum persoalan kesehatan berkembang menjadi lebih serius.
“Kami berharap kunjungan ini dapat menjadi ruang bertukar pengalaman dan masukan. Apa yang sudah baik di Denpasar tentu akan terus kami tingkatkan, dan sebaliknya kami juga terbuka untuk menerima arahan serta kebijakan dari pemerintah pusat agar pelayanan kesehatan di Kota Denpasar semakin baik,” ungkapnya.
Pemkot Denpasar selanjutnya berkomitmen mempertahankan dan mengembangkan berbagai inovasi pelayanan kesehatan yang telah berjalan. Penguatan pustu, pelayanan Damakesmas dan kolaborasi dengan masyarakat diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin responsif dan mudah dijangkau warga.
Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.