Pemkot Bekasi perluas kesempatan kerja penyandang disabilitas lewat sejumlah program - ANTARA News Megapolitan

2026/09/24

Kota Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat memperluas kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas melalui sejumlah program penguatan kemandirian ekonomi hingga mendorong dunia usaha untuk turut mengambil peran memberikan ruang termasuk di sektor formal.

"Keterbatasan fisik tidak boleh menjadi penghalang bagi seseorang untuk memperoleh pekerjaan, mengembangkan kemampuan dan meraih kemandirian ekonomi," kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono di MI-Caf 13% Bekasi, Kamis.

Ia mengapresiasi kontribusi MI-Caf 13%, sebuah usaha kuliner yang memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk bekerja, mengembangkan keterampilan sekaligus membangun kepercayaan diri.

Kehadiran MI-Caf 13% menunjukkan bahwa kesempatan yang tepat dapat membuka jalan bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi secara nyata.

Baca juga: Pemkab Bekasi hadirkan layanan jemput bola adminduk untuk disabilitas

Suasana penuh ceria nampak saat Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono berkunjung ke salah satu usaha kuliner milik penyandang disabilitas MI-Caf 13% di kompleks Perumahan Taman Juanda Nomor 8 Blok O2, RT 09/RW 04, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (24/9/2026).ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.

Melalui aktivitas usaha, mereka mendapatkan pengalaman kerja, belajar melayani pelanggan serta mengasah kemampuan yang dapat menjadi bekal untuk menapaki dunia kerja yang lebih luas.

"Inisiatif ini sebagai contoh bahwa lingkungan yang memberikan kesempatan dapat membantu penyandang disabilitas untuk tumbuh lebih mandiri," ucapnya.

Menurut dia, semangat inklusivitas perlu diperluas agar kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas tidak berhenti pada usaha mandiri dan UMKM, tetapi juga terbuka di perusahaan, industri, perkantoran serta berbagai sektor formal lainnya.

"Saya mendorong dunia usaha di Kota Bekasi untuk membuka kesempatan lebih luas bagi mereka agar bisa bekerja di sektor formal. Berikan ruang, kesempatan dan lingkungan kerja yang mendukung sehingga mereka dapat menunjukkan kemampuan serta berkontribusi secara mandiri," ujarnya.

Baca juga: PKK Kota Bekasi berikan santunan anak yatim dan disabilitas

Tri menilai perluasan kesempatan kerja membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, lembaga pendidikan hingga komunitas disabilitas.

Dunia usaha diharapkan dapat melihat calon pekerja berdasarkan kemampuan, keterampilan dan kesesuaian dengan kebutuhan pekerjaan sekaligus menyiapkan lingkungan kerja yang aksesibel.

Pemerintah Kota Bekasi sendiri terus mendorong penguatan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui pengembangan UMKM. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pendataan UMKM disabilitas agar mereka dapat tergabung dalam keanggotaan dan memperoleh akses terhadap berbagai program pengembangan usaha.

Pemkot Bekasi juga menyediakan ruang pemasaran melalui kegiatan 'Selasa Ceria' yang memberikan kesempatan bagi pelaku usaha disabilitas untuk berjualan secara bergantian dengan harapan memperluas jangkauan pasar sekaligus membantu pelaku usaha mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.

Pembinaan bakat juga dilakukan melalui dukungan terhadap atlet disabilitas yang tergabung dalam National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) dengan menyediakan pusat pelatihan berjenjang sejak dini hingga bonus uang pembinaan bagi atlet berprestasi.

Pihaknya melalui berbagai upaya tersebut berharap ekosistem inklusif bagi penyandang disabilitas dapat terus berkembang. Kesempatan memperoleh pendidikan, pelatihan, pekerjaan dan berusaha dinilai menjadi solusi mewujudkan masa depannya secara mandiri.

"Seperti MI-Caf 13% ini yang menjadi contoh bahwa ketika kesempatan diberikan, penyandang disabilitas dapat mengambil peran dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," ucap dia.

Sosok inspiratif di balik MI-Caf 13% adalah Dika, penyandang disabilitas berusia 21 tahun yang mendapat dukungan penuh dari orang tuanya untuk mengembangkan potensi diri.

Dika kemudian berani membuka usaha kuliner sekaligus memberikan kesempatan kepada para penyandang disabilitas lain untuk bekerja dan berkarya bersama.

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.