Pemkot Batam jaga identitas Budaya Melayu lewat Perda LAMKR

2026/09/14

Pemkot Batam jaga identitas Budaya Melayu lewat Perda LAMKR

Senin, 14 September 2026 11:54 WIB

Image Print

Wali Kota Batam Amsakar Achmad ikut menari dalam penutupan Sembang Budaye Lembaga Adat Melayu (LAM) di Batam, Minggu malam (ANTARA/ HO- Pemkot Batam)

Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menegaskan komitmen menjaga identitas, adat, sejarah, dan budaya Melayu, melalui Peraturan Daerah Tentang Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau (Perda LAMKR).

"Perda ini semakin menegaskan bahwa keberpihakan terhadap negeri ini melalui budaya harus betul-betul nyata," kata Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat menghadiri penutupan Sembang Budaye Lembaga Adat Melayu (LAM) di Batam, Minggu malam.

Menurut dia, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial. Pemerintah juga perlu menghadirkannya melalui kebijakan yang memberikan kepastian terhadap keberlangsungan adat dan budaya.

Perda LAMKR yang baru disahkan Mei 2026 merupakan upaya pemerintah dalam menjaga identitas budaya Melayu di tengah pesatnya arus modernisasi dan heterogenitas masyarakat Batam sebagai kota industri, perdagangan, investasi, dan pariwisata internasional.

Melalui perda tersebut, Lembaga Adat Melayu tidak hanya diposisikan sebagai simbol budaya semata, tetapi juga sebagai institusi strategis yang menjaga maruah budaya dan menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan daerah.

Dalam kesempatan itu Wali Kota Amsakar Achmad menyampaikan budaya Melayu merupakan bagian penting dari identitas Batam yang perlu terus dijaga dan dikembangkan.

Berbagai suguhan kegiatan budaya juga dapat memberikan nilai tambah Batam sebagai daerah destinasi wisata.

Amsakar mengatakan Sembang Budaye menjadi salah satu upaya untuk mempertegas identitas Batam sebagai daerah yang memiliki akar budaya Melayu yang kuat.

“Ini adalah ikhtiar kita untuk meletakkan secara jelas identitas negeri,” ujar Wali Kota Amsakar.

Sementara itu Ketua Umum LAM Kepri Kota Batam Raja Muhammad Amin mengatakan Sembang Budaye menjadi ruang bagi masyarakat untuk bertemu sekaligus mengenalkan dan menghidupkan kembali berbagai seni budaya Melayu.

Beragam seni budaya Melayu ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari Joget Lambak, Joget 60-an, Tarung Pantun, hingga lantunan Gurindam 12. Masyarakat juga dihibur penampilan artis Malaysia Roger Kajol dan Grup Malaykustik.

Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.