Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III memperkuat penanganan Sungai Pekapuran atau lebih dikenal Sungai Guring di Banjarmasin Tengah.
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, Minggu, menyatakan, penanganan sungai membutuhkan kolaborasi lintas kewenangan.
"Pemerintah kota melakukan apa yang menjadi kewenangannya, sementara dukungan pemerintah pusat melalui BWS Kalimantan III sangat penting untuk memastikan penanganan sungai berjalan secara lebih terintegrasi,” kata Yamin.
Dinyatakan dia, penanganan Sungai Pekapuran juga tidak berhenti pada pengerukan. Upaya tersebut diarahkan untuk mengembalikan kapasitas aliran sungai dan menjadi bagian dari sistem pengendalian banjir yang lebih luas, termasuk pengelolaan muka air serta dukungan infrastruktur pengendalian banjir.
Bagi Banjarmasin, ujar dia, sungai bukan sekadar bagian dari lanskap kota. Sungai merupakan bagian penting dari sistem tata air sekaligus ruang hidup masyarakat.
Karena itu, ucap Yamin, kembalinya pengerukan Sungai Pekapuran setelah sekitar dua dekade menjadi momentum penting. Bukan sekadar mengangkat endapan dari dasar sungai, tetapi juga membuka kembali ruang bagi sungai untuk menjalankan fungsinya.
Kepala BWS Kalimantan III Banjarmasin Dr. Sandi Erryanto menyatakan rutin melakukan monitoring dan evaluasi di lapangan atas penanganan Sungai Pekapuran.
Dinyatakan dia, monitoring dan evaluasi lapangan dilakukan untuk memastikan pekerjaan sesuai dengan perencanaan serta setiap persoalan dapat segera ditindaklanjuti.
“Monitoring dan evaluasi ini kami lakukan untuk melihat langsung perkembangan pekerjaan di lapangan, termasuk kondisi fisik, kualitas pekerjaan, serta kendala yang perlu segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Menurutnya, pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur. Keberlanjutan fungsi sungai juga membutuhkan pemeliharaan secara berkelanjutan serta dukungan pemerintah daerah dan masyarakat.
Pewarta: Sukarli
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.