Pemkot Bandarlampung perkuat layanan Samsat optimalkan penerimaan daerah

2026/07/14

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Kota Bandarlampung terus mengoptimalkan penerimaan daerah melalui penguatan sinergi pelayanan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat), seiring implementasi kebijakan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

"Pengoptimalan Samsat ini telah tertuang sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah," kata Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan bahwa penerapan kebijakan tersebut telah memberikan ruang fiskal yang lebih kuat bagi pemerintah kabupaten dan kota untuk mendukung pembangunan daerah.

Kota Bandarlampung sebagai ibu kota Provinsi Lampung memiliki luas wilayah 183,77 kilometer persegi yang terdiri atas 20 kecamatan dan 126 kelurahan, dengan jumlah penduduk hampir 1,3 juta jiwa. Pada Triwulan I Tahun 2026, pertumbuhan ekonomi kota tersebut tercatat sebesar 5,72 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 81,26," katanya.

Menurut dia, posisi Bandarlampung sebagai gerbang Pulau Sumatera yang terhubung dengan Jalan Tol Trans Sumatera, memiliki Pelabuhan Panjang sebagai pelabuhan internasional di wilayah Sumatera bagian selatan, serta didukung potensi kawasan pesisir dan pegunungan, menjadi faktor pendorong meningkatnya aktivitas perdagangan, jasa, dan mobilitas kendaraan bermotor.

"Kondisi tersebut menjadikan pelayanan Samsat memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan publik sekaligus meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor," katanya.

Ia mengatakan Pemerintah Kota Bandarlampung mencatat realisasi penerimaan opsen PKB dan BBNKB sepanjang Tahun Anggaran 2025 mencapai Rp232,14 miliar atau rata-rata Rp19,34 miliar per bulan.

"Dari total tersebut, opsen PKB memberikan kontribusi sebesar Rp163,57 miliar atau 70,46 persen, sedangkan opsen BBNKB menyumbang Rp68,34 miliar atau 29,44 persen," katanya.

Sementara itu, lanjut dia, hingga pertengahan tahun ini capaian opsen PKB dan BBNKB di kota ini menyentuh Rp112,20 miliar.

"Capaian tersebut menunjukkan tren penerimaan yang stabil dan positif, dengan kontribusi terbesar masih berasal dari opsen PKB. Kondisi itu dinilai mencerminkan semakin optimalnya sinergi pelayanan Samsat dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus memperkuat kapasitas fiskal daerah," ujar dia.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.