Pemkab Tulungagung terapkan “tabela” di 19 Balai Penyuluhan Pertanian - ANTARA News Jawa Timur

2026/09/29

Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menerapkan metode tanam benih langsung (tabela) di 19 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai salah satu upaya meningkatkan efisiensi budi daya dan produksi tanaman pangan di tengah kondisi kemarau panjang.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung Suyanto di Tulungagung, Selasa, mengatakan penerapan tabela merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang dilaksanakan di berbagai daerah, termasuk Tulungagung.

"Walaupun kemarau panjang, kita tetap bisa melakukan tabela atau tanam benih langsung," katanya saat kegiatan tanam tabela di Desa Bendungan, Kecamatan Gondang, Tulungagung.

Menurut Suyanto, metode tabela memiliki sejumlah keunggulan, terutama dalam menekan kebutuhan tenaga kerja karena benih langsung ditanam di lahan tanpa melalui tahapan persemaian seperti metode konvensional.

Selain itu, penerapan tabela diproyeksikan dapat meningkatkan hasil produksi.

Berdasarkan perkiraan Dinas Pertanian Tulungagung, produktivitas dengan metode tersebut dapat mencapai 10 hingga 12 ton per hektare, sedangkan metode konvensional rata-rata menghasilkan sekitar 7 ton hingga 8 ton per hektare.

Namun, penerapan tabela membutuhkan benih lebih banyak karena benih ditanam dengan tingkat kerapatan yang lebih tinggi.

Kebutuhan benih diperkirakan mencapai 50 hingga 100 kilogram per hektare, dibandingkan sekitar 25 hingga 45 kilogram per hektare pada metode konvensional.

"Kebutuhan pupuk menyesuaikan dengan jumlah tanaman yang ditanam," ujarnya.

Suyanto mengatakan umur panen tanaman dengan metode tabela relatif tidak jauh berbeda dibandingkan pola tanam konvensional.

Saat ini penerapan tabela di Kabupaten Tulungagung mencakup sekitar 100 hektare lahan.

Tanaman yang ditanam melalui program tersebut belum memasuki masa panen dan diperkirakan baru dapat dipanen sekitar lima bulan setelah tanam.

Ia menambahkan penerapan metode tersebut menjadi bagian dari dukungan sektor pertanian daerah terhadap penguatan ketahanan pangan dan upaya menuju swasembada pangan.

Menurut dia, produksi pertanian di Tulungagung tetap dikembangkan meskipun menghadapi kondisi kemarau, mencakup tanaman padi, jagung, dan komoditas hortikultura, termasuk tembakau.

"Ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan," katanya.

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.