Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menjalin kerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) Area Jambi-Bengkulu guna memperkuat pemberdayaan petani serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Melalui kerja sama ini, ada beberapa program Pegadaian yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, seperti pinjaman dengan bunga ringan hingga bantuan alat-alat pertanian," kata Sekda Kabupaten Rejang Lebong Iwan Sumantri usai acara penandatanganan kerja sama di Pemkab Rejang Lebong, Senin.
Dia menjelaskan, sinergi tersebut diharapkan mampu membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku usaha tani dan UMKM, sekaligus menunjang kebutuhan pembiayaan lainnya seperti program haji dan umrah.
Usai dilakukan penandatanganan MoU ini, kata dia, dirinya bertindak atas nama Pemkab Rejang Lebong bersama PT Pegadaian menyerahkan bantuan alat produksi pertanian kopi kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Lubuk Kembang sebagai bentuk dukungan nyata di lapangan.
Sementara itu, Deputi PT Pegadaian Area Jambi-Bengkulu, Marjuki menyatakan penandatanganan kerja sama ini menjadi pijakan awal untuk memperluas sosialisasi inklusi keuangan kepada masyarakat Rejang Lebong.
"Kelompok tani di Desa Lubuk Kembang ini menjadi piloting awal. Ke depan kami akan menjalin kerja sama dengan kelompok tani dan koperasi lainnya untuk meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat," kata Marjuki.
Ditambahkan Marjuki, Pegadaian saat ini tidak hanya melayani jasa gadai, tetapi juga menyediakan berbagai produk investasi dan pembiayaan syariah, seperti tabungan emas, cicil emas, KUR syariah, hingga pembentukan keagenan lokal guna memberikan peluang pendapatan tambahan bagi warga.
Dia berharap kerja sama antara PT Pegadaian dan Pemkab Rejang Lebong ini nantinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses pembiayaan, mengembangkan usaha, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.
Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.