Pemkab Paluta dorong petani manfaatkan kredit pertanian untuk perkuat ketapang - ANTARA News Sumatera Utara

2026/08/21

Padang Lawas Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) mendorong kelompok tani memanfaatkan akses pembiayaan sektor pertanian untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Paluta Basri Harahap saat membuka sosialisasi pemberian kredit sektor pertanian kepada kelompok tani di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Paluta sesuai keterangan yang diterima, Jumat.

Menurut Basri, akses permodalan menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan usaha tani karena dapat membantu petani meningkatkan produksi dan pendapatan.

Ia mengapresiasi Bank Sumut yang menyediakan fasilitas pembiayaan bagi petani dengan skema yang dinilai lebih mudah dan terjangkau.

"Melalui sosialisasi ini, kami berharap para kelompok tani dapat memanfaatkan program pembiayaan secara optimal untuk mengembangkan usaha pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan," katanya.

Basri juga berharap hasil pertanian masyarakat nantinya dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Paluta. Menurutnya, hal itu sekaligus dapat membuka pasar yang lebih pasti bagi hasil produksi petani.

Dalam sosialisasi tersebut, Bank Sumut memaparkan sejumlah skema kredit pertanian, persyaratan pengajuan, serta manfaat pembiayaan bagi pelaku usaha tani.

Salah satu program yang diperkenalkan yakni Kredit YARNEN atau "Bayar Saat Panen" dengan bunga nol persen hingga Desember 2026. Melalui skema tersebut, petani dapat melakukan pembayaran ketika memasuki masa panen atau saat jatuh tempo sesuai ketentuan pembiayaan.

Kegiatan tersebut dihadiri Pimpinan Bank Sumut KCP Gunungtua, Asisten II, staf ahli, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas PUPR, Babinsa, Koordinator Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian, para camat, serta perwakilan kelompok tani dari sejumlah kecamatan di Paluta.

Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.