Pemkab Natuna tetap aktifkan Satgas Karhutla percepat koordinasi
Rabu, 7 Oktober 2026 15:40 WIB
Posko siaga karhutla di Bunguran Batubi, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, pada September 2026. ANTARA/Muhamad Nurman
Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau, tetap mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), meskipun titik api sudah tidak ada sejak awal Oktober 2026, untuk mempercepat koordinasi apabila dibutuhkan.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Natuna Zulheppy, dikonfirmasi dari Natuna, Rabu, mengatakan bahwa pada pekan terakhir Agustus 2026, dalam rangka menyikapi fenomena kekeringan dan karhutla yang telah melanda wilayah itu, Pemkab Natuna membentuk Satgas Karhutla.
Dalam satgas tersebut, susunan keanggotaannya melibatkan berbagai instansi, antara lain Pemkab Natuna, TNI, Polri, Basarnas, BMKG, PDAM, serta pihak-pihak terkait, dengan dikomandoi oleh Bupati Natuna Cen Sui Lan.
"Alhamdulillah, sejak awal Oktober 2026 tidak ada titik api, meskipun demikian Satgas Karhutla masih berjalan," ucapnya.
Ia menjelaskan, akibat karhutla yang melanda wilayah itu selama Agustus, Pemkab Natuna juga mendirikan posko siaga di Kecamatan Bunguran Batubi.
Fungsi posko, lanjut dia, untuk memudahkan petugas mencegah dan menanggulangi karhutla serta mempercepat layanan, karena wilayah tersebut merupakan daerah dengan kejadian karhutla terluas.
Namun, sejak awal Oktober posko ditutup dan akan dibuka kembali apabila diperlukan.
Menurut dia, saat ini status kebencanaan di Natuna tidak ada atau nonstatus, karena dalam kondisi normal.
Pemkab Natuna mencatat, luas lahan yang terbakar akibat karhutla mencapai 249,32 hektare selama periode Agustus hingga September 2026.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.