Pemkab Madiun perluas pasar UMKM dengan kolaborasi antarwilayah - ANTARA News Jawa Timur

2026/08/24

Madiun, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur, berkomitmen memperluas pasar produk pelaku usaha mikro kecil dan menegah (UMKM) lokal melalui kolaborasi antarwilayah sekitar agar usahanya naik kelas.

Bupati Madiun Hari Wuryanto, dalam keterangannya di Madiun, Jatim, Senin mengatakan upaya memperluas pasar tersebut di antaranya dilakukan dengan bekerja sama atau berkolaborasi dengan wilayah di sekitarnya, seperti kawasan Pawitandirogo yang meliputi daerah Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo untuk mendorong terciptanya pemasaran regional, nasional ataupun ekspor.

"Pemasaran antarwilayah tersebut bertujuan agar produk yang belum tersedia di satu daerah bisa saling dilengkapi oleh daerah tetangga sendiri, sehingga pasar lebih luas," ujarnya.

Menurutnya, Pemkab Madiun memberikan perhatian serius terhadap pengembangan UMKM di wilayahnya.

Bupati Madiun menyampaikan bahwa upaya pembinaan UMKM, terutama berbasis ekonomi kreatif, terus dijalankan secara intensif.

Pada kegiatan pelayanan jemput bola OPD Pemkab Madiun dengan warga bertajuk "Bahana Bersahaja" yang digelar tiap bulan, terdapat sekitar 40 UMKM yang dibina dan diperluas pasarnya.

"Melalui kegiatan Bahana Bersahaja, targetnya adalah mampu mencetak hingga 440 unit usaha kreatif baru dalam setahun. Hingga kini, sebagian besar produk UMKM binaan tersebut bahkan sudah berhasil menembus pasar ritel modern," kata dia.

Melalui kolaborasi antara Pemkab Madiun dengan daerah sekitarnya melalui jejaring Pawitandirogo, diharapkan jangkauan pasar produk UMKM di Kabupaten Madiun semakin luas, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Data Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun mencatat jumlah UMKM yang tercatat mencapai sekitar 30 ribu unit. Ribuan unit UMKM tersebut dulu didominasi jenis makanan seperti sambel pecel dan brem, namun sekarang juga terdapat produk lain seperti hasil kerajinan, batik, kopi kare dan coklat mulai diminati konsumen dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital dalam promosi maupun untuk transaksi.

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.