Pemkab Kupang memperkuat ketahanan pangan saat kemarau panjang

2026/09/24

Pemkab Kupang memperkuat ketahanan pangan saat kemarau panjang

Kamis, 24 September 2026 14:55 WIB

Image Print

Bupati Kupang Yosef Lede (tengah) menyerahkan bantuan pangan beras kepada warga di Amarasi Raya, Kabupaten Kupang, NTT, Kamis (24/9/2026). (ANTARA/HO-Pemkab Kupang)

Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang, Nusa Tenggara Timur, memperkuat ketahanan pangan masyarakat saat kemarau panjang melalui penyaluran bantuan pangan dan peningkatan produksi pertanian.

“Walaupun hasil pertanian tahun ini cukup bagus, kita tetap harus mempersiapkan diri menghadapi kemarau yang panjang. Bantuan ini merupakan stimulan pemerintah untuk membantu masyarakat dan memastikan ada persediaan pangan,” kata Bupati Kupang, Yosef Lede di Kupang, Kamis.

Hal itu disampaikan saat menyalurkan Bantuan Pangan Beras Tahap II Periode Juli–September 2026 sebanyak 238,14 ton bagi masyarakat di wilayah Amarasi Raya yang meliputi Kecamatan Amarasi Timur, Amarasi, Amarasi Selatan dan Amarasi Barat.

Yosef menjelaskan penyaluran bantuan pangan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, khususnya di tengah kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang.

Dia meminta proses penyaluran bantuan dilakukan dengan baik dan segera sehingga beras yang diterima masyarakat dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Selain bantuan pangan, dia juga mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian dengan menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi lahan dan ketersediaan air.

Menurut dia, ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan bantuan pemerintah, tetapi harus dibangun melalui peningkatan produksi pertanian masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penyediaan bantuan benih padi dan jagung bagi kelompok tani.

Ia juga meminta pemerintah kecamatan dan desa segera melakukan pendataan kelompok tani yang membutuhkan bantuan benih.

“Khusus jagung, kita upayakan lima ton untuk setiap kecamatan. Tanam sebanyak-banyaknya dan jangan takut tidak laku. Pemerintah terus berupaya agar hasil produksi petani dapat terserap sesuai dengan kebijakan harga yang telah ditetapkan pemerintah,” katanya.

Ia berharap dukungan tersebut dapat meningkatkan produktivitas petani sehingga masyarakat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri, tetapi juga menghasilkan komoditas yang dapat dijual dan memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.

Di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan, dia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga lingkungan dan menghentikan praktik pembakaran lahan secara berlebihan.

Yosef mengajak masyarakat untuk tidak hanya menanam tanaman jangka pendek, tetapi juga tanaman jangka panjang yang dapat memberikan manfaat bagi anak dan cucu di masa mendatang.

“Jangan hanya hebat menebang, tetapi kita juga harus hebat menanam. Tanaman jangka pendek untuk kehidupan kita hari ini, tetapi tanaman jangka panjang untuk masa depan anak dan cucu kita,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Rildy Amtiran mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kupang dalam menjangkau masyarakat di wilayah Amarasi Raya.

Ia mengatakan luasnya wilayah Kabupaten Kupang membutuhkan kerja keras dan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat.

Rildy juga menyoroti pentingnya pengembangan sektor pertanian karena sebagian kebutuhan pangan masyarakat masih didatangkan dari luar daerah.

Menurut dia, penguatan pertanian dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan pangan daerah.

“Kalau pertanian berjalan terus, hasilnya juga bisa dirasakan terus. Karena itu, mungkinkah kita mulai mengubah sedikit pola kita dan lebih mengembangkan pertanian,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan pertanian di wilayah Amarasi.

Karena itu, dukungan terhadap sarana air dan infrastruktur pertanian perlu terus diperkuat agar potensi pertanian masyarakat dapat dikembangkan secara optimal.

Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.