Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jawa Timur, menargetkan sebanyak 1.000 siswa lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) bekerja di luar negeri melalui program SMK Go Global yang menekankan pentingnya prosedur penempatan dan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia (PMI).
"Kami mendorong lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional dan upaya tersebut diperkuat melalui program SMK Go Global," kata Penjabat Sekretaris Kabupaten Jember Achmad Imam Fauzi dalam kegiatan Edukasi Perlindungan dan Migran Aman dalam rangka mendukung SMK Go Global, di Pendapa Wahyawibawagraha, Jember, Kamis.
Ia mengatakan peluang kerja di luar negeri semakin terbuka seiring perkembangan kebutuhan tenaga kerja global, sehingga lulusan SMK perlu dibekali keterampilan teknis, kemampuan bahasa asing, sertifikasi, karakter, dan soft skill.
“Lulusan SMK tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi tenaga kerja yang siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga dapat menjadi sumber daya manusia yang siap bersaing di tingkat global,” ujarnya pula.
Ia menjelaskan SMK Go Global menjadi bagian dari upaya menyiapkan calon PMI secara lebih terarah, mulai dari peningkatan kompetensi hingga pemenuhan dokumen dan penempatan, karena penyiapan tersebut penting, agar masyarakat yang bekerja ke luar negeri memahami prosedur serta memperoleh perlindungan yang memadai.
“Bekerja ke luar negeri dapat menjadi pilihan masa depan yang baik sepanjang dilakukan melalui prosedur yang benar dan dengan kompetensi yang memadai,” katanya lagi.
Fauzi berharap program SMK Go Global tersebut dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja terampil di pasar internasional.
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan PMI (BP3MI) Jawa Timur Kombes Pol Tyas Puji Rahadi mengatakan peluang kerja di luar negeri harus diimbangi dengan kesiapan calon pekerja seperti keterampilan dan sertifikasi, pemahaman bahasa, budaya, serta ketentuan ketenagakerjaan di negara tujuan juga diperlukan.
Berdasarkan data Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) per 7 Oktober 2026 tercatat sebanyak 1.828 warga Jember tercatat bekerja sebagai pekerja migran Indonesia yang tersebar sebanyak 1.805 di Asia, 16 orang di Eropa, sedangkan lainnya tersebar di Australia, Afrika, dan Amerika.
"Program SMK Go Global secara nasional menargetkan peningkatan kapasitas 500.000 pekerja migran pada 2026–2029. Dari jumlah tersebut, 300.000 ditargetkan berasal dari lulusan SMK dan 200.000 dari masyarakat umum. Di Jember tercatat 76 orang telah mendaftar melalui beberapa gelombang program," ujarnya pula.
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.