Pemkab HSU Kalsel gandeng ULM optimalkan pengairan Polder Alabio

2026/10/11

Amuntai (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, berupaya mengoptimalkan Rumah Pompa Polder Alabio untuk memperluas layanan irigasi dan mendukung ketahanan pangan melalui pengelolaan air yang lebih efektif.

Bupati HSU Sahrujani di Amuntai, Minggu, mengatakan pemerintah daerah akan memadukan rekomendasi ilmiah Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dengan kebijakan pembangunan daerah guna mempercepat pengembangan pertanian lahan basah secara berkelanjutan.

"Tentunya rumusan yang melibatkan para pakar internasional ini memberikan rekomendasi yang terbaik," kata Sahrujani.

Ia menyampaikan apresiasi atas kunjungan para ahli di bidang pertanian, termasuk pakar polder dari Belanda, yang meninjau potensi pertanian dan sistem tata air di wilayahnya.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian konferensi internasional INTAN-HANDIL 2026 untuk meninjau langsung kawasan tata air dan pertanian lahan basah Polder Alabio di Kecamatan Sungai Pandan.

Sahrujani menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mengintegrasikan hasil riset ilmiah, termasuk rekomendasi para pakar internasional, ke dalam kebijakan strategis penataan infrastruktur dan pengembangan sektor pertanian.

Menurut Bupati, kolaborasi antara pemerintah dan kalangan akademisi diperlukan agar hasil penelitian dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian lahan basah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Apa yang menjadi rekomendasi dari hasil seminar dan kunjungan lapangan ini insya Allah kita kolaborasikan,” ucapnya.

Rumah Pompa Polder Alabio di Jalan Polder Selatan Teluk Betung Kecamatan Sungai Pandan, HSU. (ANTARA/Firman)

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Kementerian Pekerjaan Umum Sandi Erryyanto menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan air Polder Alabio untuk menghadapi tantangan kekeringan sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

Menurut dia, Polder Alabio memiliki potensi mendukung ketahanan pangan melalui layanan pengairan untuk lahan pertanian hingga 6.000 hektare. Namun, saat ini pemanfaatannya baru menjangkau sekitar 1.200 hektare.

"Kita upayakan bersama agar pemanfaatannya bisa optimal karena saat ini hanya mencapai 1.200 hektare," katanya.

Baca juga: Menjemput panen di jalan tani Hambuku Hulu

Baca juga: Menyiapkan Hulu Sungai Utara sebagai lumbung pangan penyangga IKN

Pewarta: Firman
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.