Pemkab Donggala perkuat kelembagaan desa atasi tengkes
Sabtu, 25 Juli 2026 14:18 WIB
Bupati Donggala Vera Elena Laruni saat membuka kegiatan penguatan kelembagaan desa untuk penanganan stunting dan pengelolaan Aplikasi Electronic Human Development Worker (E-HDW) Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). ANTARA/HO-Humas Pemkab Donggala
Donggala (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) melibatkan seluruh lintas sektor di masing-masing desa dalam memperkuat kelembagaan untuk penanganan tengkes atau stunting di daerah tersebut.
"Tentunya penguatan kelembagaan desa menjadi langkah penting agar seluruh unsur, mulai dari pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa, TP PKK, kader Posyandu hingga Kader Pembangunan Manusia dapat bekerja secara terpadu dalam satu sistem yang solid," kata Bupati Donggala Vera Elena Laruni di Banawa, Sabtu.
Ia mengemukakan kasus stunting saat ini merupakan ancaman nyata terhadap kualitas sumber daya manusia dan masa depan generasi penerus di Kabupaten Donggala.
Menurut dia, stunting yang terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan dapat mengganggu perkembangan otak anak secara permanen.
"Jadi, penurunan kasus merupakan investasi kemanusiaan yang harus diwujudkan melalui gerakan bersama yang dimulai dari keluarga dan lingkungan masyarakat di desa," ucapnya.
Ia menuturkan kasus stunting di daerah tersebut pada tahun 2025 mencapai 29,6 persen.
Ke depan, lanjutnya, upaya penanganan stunting harus didasarkan pada data yang akurat menggunakan aplikasi Electronic Human Development Worker (E-HDW).
"Melalui aplikasi itu pemerintah daerah memperoleh data riil mengenai kondisi masyarakat, sehingga setiap intervensi, seperti pemberian makanan tambahan, pelayanan kesehatan, perbaikan sanitasi, penyediaan air bersih, maupun layanan pendidikan anak usia dini, dapat dilakukan secara tepat sasaran," ujarnya.
Vera menyebutkan penggunaan aplikasi tersebut bisa menjadi instrumen penting bagi para Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam melakukan pencatatan, pemantauan dan evaluasi secara real time terhadap lima layanan konvergensi stunting, yakni kesehatan ibu dan anak, konseling gizi terpadu, perlindungan sosial, sanitasi dan air bersih yang layak, serta layanan pendampingan anak usia dini.
"Seluruh data dari masing-masing desa menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan kebijakan dan prioritas penanganan stunting di masa mendatang," kata dia.
Ia mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar senantiasa berkolaborasi dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Donggala.
"Harapannya melalui penguatan kelembagaan desa serta optimalisasi pemanfaatan aplikasi E-HDW bisa menekan angka prevalensi stunting secara signifikan menuju zero stunting," tuturnya.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026