Pemkab Bogor mendorong Koperasi Merah Putih serap produk petani dan UMKM lokal - ANTARA News Megapolitan

2026/10/16

Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi penyerap hasil produksi petani, peternak, dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk memperluas akses pasar produk lokal.

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade di Cibinong, Jumat, mengatakan koperasi tersebut diharapkan mampu berperan sebagai off taker atau penyerap komoditas unggulan desa dan kelurahan, sehingga hasil produksi masyarakat memiliki akses pasar yang lebih luas.

"KDKMP harus menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat yang tumbuh dari desa dan kelurahan. Karena itu, dukungan yang diberikan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi memastikan koperasi dapat beroperasi, berkembang, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Jaro Ade saat memantau operasional KDKMP di Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong.

Menurut dia, koperasi harus mampu membangun rantai pasok yang menghubungkan hasil produksi masyarakat dengan pasar, terutama komoditas pertanian, peternakan, makanan olahan, hingga kerajinan lokal. Melalui kemitraan tersebut, petani, peternak, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diharapkan memperoleh kepastian pasar secara berkelanjutan.

"Dengan demikian, hasil produksi desa terserap, kebutuhan masyarakat terpenuhi, dan nilai tambah ekonomi dapat dirasakan oleh masyarakat setempat," katanya.

Jaro Ade menjelaskan keberhasilan Koperasi Merah Putih tidak cukup diukur dari berdirinya bangunan maupun kelengkapan fasilitas, tetapi juga harus dilihat dari aktivitas transaksi, perputaran barang, kualitas pelayanan, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Oleh karena itu, pembangunan fisik gerai koperasi harus diimbangi dengan kesiapan operasional, termasuk ketersediaan barang kebutuhan pokok, pengelolaan gudang, serta sistem pelayanan kepada konsumen.

Ia juga meminta pengurus dan manajer koperasi menerapkan tata kelola yang profesional dan akuntabel, antara lain melalui pencatatan seluruh transaksi serta pengelolaan keuangan secara tertib.

Selain itu, pengelola koperasi didorong mengidentifikasi komoditas unggulan di masing-masing desa dan kelurahan untuk kemudian membangun pola kerja sama yang saling menguntungkan dengan produsen lokal.

Jaro Ade mengatakan Bupati Bogor Rudy Susmanto telah mengarahkan seluruh perangkat daerah untuk mendukung pengembangan Koperasi Merah Putih agar mampu menjadi penggerak perekonomian masyarakat.

Para camat, kepala desa, dan lurah juga diminta berperan aktif menghubungkan pengelola koperasi dengan petani, pelaku UMKM, serta masyarakat untuk memperkuat kegiatan usaha di tingkat desa dan kelurahan.

"Jadikan masyarakat sebagai ukuran keberhasilan. KDKMP dinilai berhasil dari seberapa aktif koperasi beroperasi, seberapa baik pelayanannya, dan seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat," kata Jaro Ade.

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.