Bengkayang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan perbatasan Jagoi Babang meningkatkan kualitas produk agar lebih banyak komoditas lokal mampu menembus pasar Malaysia.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkayang Yakobus di Bengkayang, Selasa, mengatakan, aktivitas UMKM dan pedagang lokal di kawasan perbatasan masih berjalan normal dan cenderung mengalami peningkatan.
Namun, produk UMKM asal Bengkayang yang telah masuk ke pasar perbatasan Malaysia hingga kini masih terbatas, di antaranya yang mulai masuk Malaysia, yakni tikar bidai dan makanan ringan berupa keripik singkong Anen.
Menurut dia, sebenarnya terdapat sejumlah produk lokal yang memiliki peluang untuk dipasarkan ke Malaysia. Produk tersebut antara lain sayuran, buah-buahan, ikan, daging terutama daging sapi segar, rokok, serta aksesori dan perhiasan.
Untuk memperluas pasar, kata dia, pelaku UMKM perlu mendapatkan pembinaan mulai dari proses pengolahan, pengemasan, kesinambungan produksi hingga pemenuhan sertifikasi kelayakan produksi, termasuk sertifikasi halal.
Yakobus mengatakan, produk dari Malaysia yang masuk ke wilayah perbatasan juga menjadi tantangan bagi pelaku usaha lokal. Karena itu, kemampuan pemasaran, harga dan kualitas menjadi faktor penting agar produk dalam negeri mampu bersaing.
Di sisi lain, ia menilai ketergantungan masyarakat perbatasan terhadap bahan makanan pokok dari Sarawak tidak terlalu besar karena distribusi barang dari dalam negeri saat ini sudah semakin baik. Ketergantungan masih dapat ditemukan pada jenis makanan dan minuman tertentu.
Yakobus mendorong masyarakat dan dunia usaha memanfaatkan informasi mengenai jenis barang yang diminati pasar Malaysia sebagai dasar pengembangan usaha. Pelaku usaha juga diharapkan dapat memproduksi di dalam negeri barang-barang yang selama ini masih didatangkan dari Malaysia.
“Selain itu tetap perlu digalakkan Aku Cinta Produk Indonesia di perbatasan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bea Cukai Jagoi Babang Arman Tarmidzi mengatakan Kantor Bea Cukai Jagoi Babang terus memperkuat pendampingan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu memenuhi ketentuan ekspor dan menembus pasar internasional.
Dia mengatakan pendampingan tersebut merupakan bagian dari peran Bea Cukai sebagai
trade facilitator dan industrial assistance, khususnya dalam membantu pelaku usaha memahami proses dan ketentuan kepabeanan.
Menurut Arman, pendampingan diperlukan agar semakin banyak pelaku usaha di daerah, termasuk UMKM, yang memiliki kemampuan dan keberanian untuk mengembangkan pasar hingga ke luar negeri.
Bea Cukai Jagoi Babang, kata dia, tidak hanya memberikan pelayanan ketika kegiatan ekspor berlangsung, tetapi juga memberikan asistensi kepada pelaku usaha agar memahami prosedur dan memenuhi persyaratan yang diperlukan dalam kegiatan ekspor.
Karena itu, pelaku UMKM di wilayah perbatasan perlu didorong untuk meningkatkan kapasitas usaha, kualitas produk, serta memahami prosedur perdagangan lintas negara agar mampu memanfaatkan peluang tersebut.
Pewarta: Narwati
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.