Pemkab Bantul siap mendampingi tata kelola operasional KDMP
Jumat, 4 September 2026 22:21 WIB
Arsip - Pejabat Pemda DIY dan Pemkab Bantul sedang memasuki bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Wukirsari, Bantul untuk mengikuti acara peresmian KDMP bersama Presiden Prabowo secara daring, Sabtu (16/5/2026). (ANTARA/Agung Dwi Prakoso)
Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) menyatakan siap mendampingi manajemen dan tata kelola operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Kepala Bidang Koperasi DKUKMPP Bantul Yuni Kurniawati di Bantul, Jumat, mengatakan pembangunan gedung KDMP saat ini masih berlangsung dengan total target sebanyak 30 titik di Bantul.
"Sebanyak 17 bangunan KDMP dari total 30 titik sudah rampung secara fisik," katanya.
Menurut dia, pembangunan di 13 titik lainnya masih berlangsung dengan melibatkan PT Agrinas sebagai penyedia infrastruktur.
Terkait kesesuaian tata ruang dan lahan, Pemkab Bantul berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, terutama berkaitan dengan penggunaan lahan Tanah Kas Desa (TKD).
"Kami siap untuk melakukan pendampingan terhadap koperasi yang gedungnya sudah dibangun untuk persiapan operasional," ujarnya.
Pendampingan tersebut, lanjut dia, mencakup tata kelola, manajemen, hingga aspek operasional KDMP sesuai dengan regulasi yang ditetapkan pemerintah pusat.
"Dinas Koperasi siap melakukan intervensi di bidang tata kelola, mulai dari pelatihan pengurus hingga pengawalan persiapan operasional, tentunya dengan menyesuaikan regulasi yang ditetapkan pemerintah pusat," katanya.
Ia mengatakan Pemkab Bantul juga telah menyiapkan sistem pengelolaan koperasi berbasis aplikasi bernama SATRIYA KDMP yang diluncurkan pada awal 2026.
"Aplikasi tersebut disiapkan untuk mendukung pencatatan dan pengelolaan transaksi koperasi secara digital," ujarnya.
Gerai KDMP yang siap beroperasi, lanjutnya, akan otomatis terhubung dengan sistem tersebut sehingga pengelola koperasi dapat mengakses fitur yang tersedia untuk memudahkan pekerjaan.
"Misalnya fitur pencatatan laporan keuangan harian secara real-time, transaksi jual-beli, pengelolaan stok barang, serta pengaturan potongan harga," katanya.
Saat ini, Pemkab Bantul tengah memproses integrasi aplikasi SATRIYA dengan aplikasi nasional SIMKOPDES dari Kementerian Koperasi dan UKM untuk memudahkan proses pelaporan.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026