Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memaksimalkan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan swasta di daerah itu untuk membantu pembangunan rumah layak huni warga yang membutuhkan.
"Kita sudah beberapa kali melakukan kolaborasi dengan pihak swasta untuk membantu membangun rumah tinggal layak huni, ini merupakan program yang bagus karena sesuai aturan dan benar-benar bermanfaat bagi warga mendapatkan rumah sehat dan nyaman," kata Bupati Bangka Barat Markus di Mentok, Senin.
Menurut dia, rumah bukan sekadar tempat berteduh dari hujan dan panas, melainkan menjadi fondasi tempat tumbuhnya kasih sayang, karakter, dan harapan masa depan keluarga sehingga setiap warga perlu memiliki rumah tinggal yang layak, sehat, dan nyaman.
"Kita terus berupaya memberikan bantuan rumah tinggal layak huni bagi warga yang membutuhkan, baik melalui anggaran pembangunan yang sudah disiapkan pemerintah daerah maupun kolaborasi dengan perusahaan melalui Program TJSL, seperti yang dilakukan PT THEP (perusahaan perkebunan kelapa sawit) yang telah membangun rumah milik Syarifuddin, warga Desa Pelangas," katanya.
Menurut dia, penyerahan bantuan rumah tinggal layak huni tersebut merupakan bukti nyata kepedulian dan sinergi mampu menghadirkan kebahagiaan bagi warga yang membutuhkan.
Ia mengatakan pembangunan daerah yang merata tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendirian, namun dibutuhkan kemitraan erat antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.
"Kami memberikan apresiasi kepada PT THEP yang telah menunjukkan tanggung jawab sosialnya dalam meningkatkan taraf hidup warga di wilayah operasional perusahaan. Ke depan kita akan terus berkomitmen memperluas ruang kolaborasi dengan dunia usaha, tidak hanya pada sektor hunian layak, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi UMKM, hingga pelestarian lingkungan," katanya.
Keterlibatan perusahaan dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting untuk mempercepat pemerataan pembangunan serta menghadirkan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat.
Pemkab menyadari pembangunan daerah tidak dapat dilaksanakan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat. Sinergi yang telah ditunjukkan perusahaan patut menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain agar bersama-sama mengambil bagian dalam pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
"Usaha tidak hanya berorientasi pada keberhasilan ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Ia mengharapkan penerima manfaat program dapat merawat dan memanfaatkan bantuan dengan baik sehingga membawa keberkahan, memberikan kenyamanan dan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kehidupan keluarga.
Selain pembangunan rumah layak huni, kata dia, kemitraan antara pemerintah dan perusahaan dapat terus diperluas ke berbagai sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
"Kita mendorong agar perusahaan juga ikut berperan dalam pembangunan sektor lain, misalnya di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pelestarian lingkungan," katanya.
Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.