Lubukbasung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengusulkan sebanyak 1.185 Kepala Keluarga (KK) korban bencana hidrometeorologi melanda daerah itu menerima bantuan jatah hidup (Jadup) ke Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Kepala Dinas Sosial Agam Villa Erdi di Lubuk Basung, Rabu, mengatakan ke 1.185 kepala keluarga tersebut dengan jumlah 3,8 ribu jiwa telah diusulkan ke Kementerian Sosial Republik Indonesia pada awal Agustus 2026.
"Ke 1.185 kepala keluarga itu merupakan korban bencana hidrometeorologi melanda daerah itu pada akhir 2025," katanya.
Ia mengatakan ke 1.185 kepala keluarga itu merupakan korban yang belum mendapatkan bantuan jatah hidup dari Kementerian Sosial akibat mis data atau tidak terdata sebelumnya, karena penerima jatah hidup merupakan yang diambil dari data kerusakan rumah dan bukan korban.
Sementara dalam satu unit rumah, ada satu sampai tiga kepala keluarga yang menghuni rumah tersebut.
Untuk itu, diminta setiap nagari yang terdampak bencana untuk mengusulkan kembali warga yang belum mendapatkan jatah hidup baik tinggal di rumah orang atau belum mendapatkan bantuan itu.
"Kita menyurati wali nagari dan camat untuk mengusulkan warga yang belum mendapatkan bantuan jatah hidup," katanya.
Ia menambahkan data yang dikirimkan pemerintah nagari diverifikasi kembali oleh tim.
Verifikasi tersebut selama tiga bulan dengan turung ke lapangan dan dilakukan koordinasi ke wali nagari.
"Setelah dilakukan verifikasi, kita peroleh 1.185 kepala keluarga dan ini yang kita usulkan," katanya.
Sebelumnya, jatah hidup tahap satu telah dicairkan sebesar Rp11,06 miliar kepada 8.195 jiwa dari 2.313 KK yang menjadi korban bencana hidrometeorologi.
Masing-masing jiwa menerima bantuan sebesar Rp15 ribu per hari selama tiga bulan, atau total Rp1,35 juta per individu.
"Bantuan tersebut diberikan kepada warga terdampak yang tersebar di 12 kecamatan," katanya.
Bantuan diberikan untuk rumah rusak ringan di tujuh kecamatan yaitu, Ampek Koto, Kamang Magek, Malalak, Matur, Palembayan, Palupuh, dan Tanjung Raya dengan total 553 KK.
Untuk rumah rusak sedang disalurkan di delapan kecamatan yakni, Kecamatan Baso, Ampek Koto, Kamang Magek, Malalak, Matur, Palembayan, Palupuh, dan Tanjung Raya dengan total 78 KK.
Sementara kategori rumah rusak berat menjadi porsi terbesar yang disalurkan kepada 1.666 KK di 11 kecamatan.
"Dari total 16 kecamatan yang ada, terdapat lima kecamatan yang tidak menerima kategori ini, yaitu Sungai Pua, Tanjung Mutiara, Bawan, Ampek Angkek, dan Canduang," katanya.