Pemkab Agam salurkan 1,95 ton benih padi bagi lahan terdampak bencana hidrometeorologi

2026/08/20

Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyalurkan sebanyak 1,95 ton benih padi untuk 78 hektare lahan pertanian terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025, dalam upaya percepatan pemulihan sektor pertanian.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Agam, Heri Prasetyo Wibowo di Lubuk Basung, Kamis, mengatakan bantuan disalurkan bagi tujuh kelompok tani di Kecamatan Tanjung Raya dan Palembayan.

"Bantuan telah kita salurkan secara gratis kepada tujuh kelompok pada 21 Juli 2026," katanya.

Ia mengatakan bantuan tersebut diserahkan bagi empat kelompok tani di Kecamatan Tanjung Raya sebanyak 950 kilogram benih untuk lahan seluas 38 hektare.

Sementara di Kecamatan Palembayan, untuk tiga kelompok tani dengan jumlah sekitar 1 ton benih seluas 40 hektare lahan.

Penerima bantuan merupakan kelompok tani yang terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan).

"Bantuan tersebut bersumber dari Trasfer Ke Daerah (TKD) APBD Agam 2026 dengan anggaran sekitar Rp46,8 juta," katanya.

Ia menambahkan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana.

Dengan tersalurkannya bantuan ini diharapkan agar petani dapat memanfaatkannya untuk kegiatan budidaya, sehingga produksi padi terjaga dan petani yang terdampak dapat kembali berproduksi.

Selain benih, Distan Agam mengusulkan bantuan 468 karung pupuk untuk tujuh kelompok tani tersebut.

Bantuan pupuk itu terdiri dari 312 karung pupuk MPK dan 156 karung pupuk Urea.

"Pupuk yang diusulkan terdiri atas dua jenis, yakni MPK dan Urea. Secara keseluruhan terdapat 468 karung pupuk yang masuk dalam usulan bantuan," katanya.

Penyaluran pupuk ditargetkan sekitar September 2026 dengan kebutuhan anggaran diperkirakan Rp445 juta.

"Dukungan berupa benih dan pupuk tersebut diharapkan dapat membantu petani terdampak bencana dalam
memulihkan kegiatan usaha tani secara bertahap," katanya.