Pemerintah Buka Pendaftaran Agen Perlinsos, Butuh 250.000 Orang

2026/09/08

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengajak masyarakat untuk mendaftarkan diri menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Pemerintah membutuhkan sekitar 250 ribu agen di Pulau Jawa untuk mempercepat penyaluran bantuan sosial berbasis digital.

Ajakan tersebut menjadi bagian dari gerakan nasional transformasi Perlinsos Digital yang digagas pemerintah untuk memastikan bantuan sosial benar-benar menjangkau masyarakat yang berhak hingga lapisan terbawah.

Luhut menyampaikan seruan tersebut setelah mengumpulkan Gubernur Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, beserta jajaran Pangdam, Kapolda, hingga seluruh Dandim dari ketiga wilayah tersebut. Konsolidasi tersebut dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan uji coba Perlinsos Digital yang tengah berjalan.

"Dalam pertemuan ini saya memberikan instruksi krusial: kita wajib memperluas jaringan Agen Perlinsos secara masif dengan melibatkan ASN, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Mengapa mereka? Karena aparat dan aparatur inilah ujung tombak negara yang sehari-hari berinteraksi langsung serta paling memahami kondisi warganya hingga tingkat tapak," urai Luhut.

Butuh 250 Ribu Agen di Jawa

Pemerintah mencatat sebanyak 4,3 juta Kepala Keluarga (KK) telah terdaftar di 258 kabupaten/kota yang menjadi lokasi piloting Perlinsos Digital.

Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 48 juta KK pada Desember 2026. Untuk mengejar target tersebut, pemerintah membutuhkan sekitar 250 ribu Agen Perlinsos khusus di wilayah Pulau Jawa.

Agen Perlinsos nantinya berperan membantu masyarakat dalam proses pendaftaran maupun pengajuan sanggahan terkait bantuan sosial.

Luhut menegaskan, agen tidak memiliki kewenangan untuk menentukan siapa yang berhak menerima bantuan. Peran mereka hanya membantu warga mengakses sistem.

"Terkait peran Agen Perlinsos, perlu saya pastikan juga bahwa mereka bukanlah pihak yang menentukan seseorang berhak menerima bantuan atau tidak. Tugas mereka murni sebagai 'loket pelayanan bergerak' yang membantu warga untuk mendaftar kapan saja dan di mana saja. Keputusan akhir sepenuhnya berjalan melalui verifikasi sistem otomatis yang obyektif berdasarkan integrasi data nasional," tegasnya.

Luhut mengatakan digitalisasi Perlinsos juga ditujukan untuk memangkas proses pengajuan bantuan yang selama ini harus melewati sekitar tujuh tahapan secara berjenjang dan membutuhkan waktu.

Melalui sistem baru, masyarakat dapat melakukan pendaftaran maupun mengajukan sanggahan secara mandiri. Adapun, pemerintah juga berharap mekanisme tersebut dapat membuat akses terhadap bantuan sosial menjadi lebih mudah sekaligus mengurangi risiko masyarakat yang sebenarnya berhak justru tidak mendapatkan bantuan karena tidak tercatat dalam sistem.

Masyarakat yang ingin menjadi Agen Perlinsos dapat melakukan pendaftaran melalui portal resmi agent-perlinsos.kemensos.go.id.

"Tujuan dari upaya ini sederhana: jangan sampai ada masyarakat yang berhak, tetapi tidak mendapatkan bantuan hanya karena tidak tercatat atau kesulitan mengakses sistem. Birokrasi harus semakin dekat, melayani dengan mudah sehingga bantuan sosial diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan," tutup Luhut.

(chd/haa) [Gambas:Video CNBC]