Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, mengarahkan pembudidaya ikan air tawar dan payau untuk bekerja sama dengan koperasi desa/kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam pengembangan usaha produksi dan pemasaran hasil produksi ikannya.
"Usaha budi daya perikanan diarahkan bersinergi dengan Koperasi Merah Putih untuk berkembang bersama baik sisi usaha produksi maupun pemasarannya," ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Trasodiharto, Minggu.
Pemerintah kabupaten, lanjut dia, terus memaksimalkan potensi budi daya ikan air tawar dan payau sebagai strategi utama memperkuat ketahanan pangan protein hewani, serta meningkatkan pendapatan pembudidaya ikan air tawar dan payau di kabupaten setempat.
Menurut dia, kerja sama dengan Koperasi Merah Putih, selain pemasaran hasil perikanan, juga bisa pada biang pengadaan benih ikan berkualitas, pakan mandiri dan pupuk untuk para pembudidaya, serta fasilitas simpan pinjam dan kredit lunak perbankan bagi kelompok pembudidaya ikan lokal.
Hingga kini, lanjut dia, tercatat produksi budi daya ikan air tawar dan payau (campuran air tawar dan air laut) di Kabupaten Penajam Paser Utara sekitar 11.000-12.000 ton per tahun.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menargetkan peningkatan produksi ikan budi daya minimal dua persen per tahun, salah satunya melalui bantuan pemerintah pusat berupa kolam terpal bioflok mendorong peningkatan produksi budi daya ikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kelompok budi daya ikan air tawar di setiap kelurahan/desa diminta untuk mengusulkan bantuan kolam bioflok tematik, memanfaatkan program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut guna meningkatkan produksi dan kesejahteraan.
"KKP memberikan bantuan kepada kelompok budi daya ikan air tawar berupa 24 kolam bioflok dengan benih ikannya," kata Andi Trasodiharto.
Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.