Pemanfaatan "bed dryer" di Lampung kembangkan agroindustri desa
Sabtu, 15 Agustus 2026 16:45 WIB
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau operasional bed dryer atau mesin pengering padi di Kabupaten Pringsewu. ANTARA/HO-Pemprov Lampung.
Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pemanfaatan "bed dryer" atau mesin pengering dapat mendukung pengembangan sektor usaha agroindustri desa di daerah itu.
"Penggunaan 'bed dryer' menjadi salah satu solusi atas persoalan yang selama ini dihadapi petani dalam pengeringan gabah. Dengan alat tersebut, petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada panas matahari yang prosesnya dapat berlangsung lebih lama, terutama ketika masa panen bertepatan dengan musim hujan," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Sabtu.
Ia melanjutkan keberadaan "bed dryer" tidak hanya dipandang sebagai bantuan peralatan, tetapi harus menjadi bagian dari perubahan pola pengelolaan hasil pertanian di desa.
Setelah dikeringkan, gabah dapat dilanjutkan ke tahap penggilingan, serta pengolahan produk turunan sehingga nilai ekonomi komoditas dapat lebih banyak dinikmati masyarakat desa.
"Selain menjaga kualitas dan daya simpan, pengeringan gabah di desa juga dapat meningkatkan efisiensi distribusi. Gabah yang masih basah memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga sebagian beban angkutan yang selama ini dibawa keluar desa sebenarnya merupakan air," katanya.
Dia mengatakan melalui alat tersebut selain mendorong hilirisasi, juga mendukung pengembangan agroindustri desa. Dan hal tersebut perlu diikuti dengan upaya menekan biaya produksi.
Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Lampung turut mendorong pengembangan input pertanian secara mandiri di desa, termasuk melalui pelaksanaan program pupuk organik cair (POC).
"Dengan ini masyarakat desa jangan hanya menjual gabah. Kalau sudah kering bisa dijadikan beras dan katul. Begitu juga jagung, bisa jadi pakan ayam dan ikan agar ekonomi berputar di desa," ucap dia.
Menurut dia, apabila proses produksi, pengeringan, pengolahan, pemasaran, hingga penyediaan input pertanian dapat dilakukan secara bertahap di desa. Maka semakin banyak nilai ekonomi yang dapat berputar serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Pengembangan pengolahan hasil pertanian tersebut, juga perlu melibatkan generasi muda. Sebab anak muda memiliki peran penting dalam mengoperasikan teknologi, mengembangkan produk, membangun merek, hingga memperluas pemasaran hasil pertanian," tambahnya.
Diketahui untuk mendukung penguatan pasca panen tersebut, pada 2026 Pemerintah Provinsi Lampung telah menyalurkan 82 unit mesin bed dryer ke-12 kabupaten dan satu kota di Lampung.
Untuk Kabupaten Pringsewu, ada dua unit bed dryer yang dialokasikan pada 2026 dan ditempatkan di Desa Sumber Agung dan Desa Tanjung Anom, Kecamatan Ambarawa.
Sebelumnya Kabupaten Pringsewu telah menerima tiga unit dryer pada 2025 yang ditempatkan di Desa Mataram dan Desa Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.