Pelatihan Vokasi Nasional siapkan SDM dunia usaha-industri

2026/07/26

Pelatihan Vokasi Nasional siapkan SDM dunia usaha-industri

Minggu, 26 Juli 2026 10:26 WIB

Image Print

Ilustrasi - Peserta praktik memperbaiki mesin sepeda motor saat Pelatihan Vokasi Nasional di Balai Latihan Kerja (BLK), Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (8/7/2026). Pelatihan kerja berbasis kompetensi yang menyediakan keterampilan operator komputer, pengelolaan administrasi perkantoran, dan perbaikan sepeda motor konvensional itu diikuti sebanyak 39 peserta tersebut untuk memberikan keterampilan dan keahlian kepada peserta untuk memperoleh peluang kerja maupun mengembangkan usaha mandiri. ANTARA FOTO/Auliya Rahman/nym. (ANTARA FOTO/AULIYA RAHMAN)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan program Pelatihan Vokasi Nasional menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja, produktif, dan sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.

Wamenaker dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu, menilai perubahan pasar kerja yang berlangsung semakin cepat menuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang relevan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan industri.

“Pelatihan vokasi bukan sekadar memberikan keterampilan, tetapi menjadi investasi untuk menyiapkan SDM yang siap bekerja, produktif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri,” ujar Afriansyah.

Pada 2026 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sendiri menargetkan 300 ribu peserta mengikuti berbagai program Pelatihan Vokasi Nasional di seluruh Indonesia, katanya menjelaskan.

Target tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan berbasis kompetensi sekaligus meningkatkan kesiapan tenaga kerja agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Selain memperluas akses pelatihan, Kemnaker juga memberikan perhatian kepada pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) serta masyarakat yang membutuhkan peningkatan kompetensi.

Melalui program reskilling dan upskilling, peserta dibekali keterampilan baru agar memiliki peluang lebih besar untuk kembali bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak perubahan ekonomi tetap memiliki kesempatan meningkatkan kompetensinya. Dengan keterampilan baru, mereka memiliki peluang untuk kembali bekerja atau membangun usaha sendiri,” kata Afriansyah.

Lebih lanjut ia mengatakan penyelenggaraan pelatihan vokasi perlu disesuaikan dengan potensi unggulan setiap daerah agar kompetensi yang diperoleh peserta benar-benar selaras dengan kebutuhan pasar kerja.

Di Sumatera Barat, misalnya, pengembangan kompetensi diarahkan pada sektor jasa, perdagangan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.

Untuk mendukung upaya tersebut, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) juga ia sebut perlu terus mengoptimalkan jejaring kemitraan dengan dunia usaha, dunia industri, dan UMKM guna meningkatkan penyerapan lulusan pelatihan sekaligus produktivitasnya.

“Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan penyerapan lulusan pelatihan di dunia kerja sekaligus membuka peluang lahirnya wirausaha baru yang dapat menggerakkan perekonomian daerah,” ujar Wamenaker.

Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026