Pekanbaru Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Tidak Sehat

2026/08/23

Jakarta, CNN Indonesia --

Kota Pekanbaru kembali diselimuti kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan.

Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Provinsi Riau mendeteksi kabut asap menyelimuti daerah setempat dengan jarak pandang di Kota Pekanbaru sekitar 2,5 kilometer dengan kualitas udara sangat tidak sehat.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Yudhistira menyampaikan jarak pandang tersebut berdasarkan pembaruan data Minggu pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya jarak pandang Kota Pekanbaru 5 km dengan asap, Rengat 5 km berasap serta Pelalawan 6 km dan Tambang 9 km.

"Pembaruan jarak pandang pukul 16.00 WIB Pekanbaru 2,5 km (asap), Rengat 5 km (asap), Pelalawan 6 km, dan Tambang 9 km," katanya di Pekanbaru, seperti dikutip dari Antara, Minggu (23/8).

Sementara itu, akibat asap tersebut kualitas udara di Kota Pekanbaru berdasarkan PM 2,5 sebagian besar waktu terpantau tidak sehat. Sejak dini hari hanya beberapa jam terpantau kualitas udara baik yakni dari pukul 04.00-06.00 WIB dan dan pukul 11.00-13.00 WIB.

Selain dari waktu tersebut, kualitas udara di Pekanbaru terpantau tidak sehat. Bahkan pada pukul 17.00 WIB dan 18.00 WIB kualitas udara sudah sangat tidak sehat dengan PM 2,5 sebesar 170 mikrogram meter kubik.

Jumlah titik panas di Sumatera pada Minggu sore (23/8) terpantau sebanyak 1.754. Terbanyak berada di Sumatera Selatan dengan 973 titik diikuti Provinsi Riau 306 titik. Sisanya berada di Jambi (198), Lampung (119), Bangka Belitung (87), Kepulauan Riau (36), Sumatera Utara (16), Sumatera Barat (10), Aceh (5), dan Bengkulu (4).

Untuk Provinsi Riau titik panas terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan yakni 161 diikuti Kabupaten Inderagiri Hilir 101. Sisanya di Siak (20), Rokan Hulu (5), Inderagiri Hulu (5), Kuantan Singingi (4), Rokan Hilir (4), serta Kota Dumai (1).

(antara/ugo)

placeholder