Pekalongan intensifkan gerakan imunisasi dasar lengkap untuk balita

2026/08/04

Pekalongan intensifkan gerakan imunisasi dasar lengkap untuk balita

Selasa, 4 Agustus 2026 14:22 WIB

Image Print

Petugas Dinas Kesehatan Kota Pekalongan sedang memberikan imunisasi pada balita di Pekalongan, belum lama ini. (ANTARA?HO-Humas Pemkot Pekalongan)

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengintensifkan gerakan imunisasi kejar sebagai upaya memastikan seluruh balita memperoleh imunisasi dasar lengkap.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Puji Winarti di Pekalongan, Selasa, mengatakan bahwa metode program ini dilakukan dengan metode penjangkauan aktif terhadap balita yang belum atau terlambat menerima imunisasi.

"Imunisasi kejar masih menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026. Pelaksanaan imunisasi kejar ini diperpanjang hingga Agustus 2026 apabila masih ditemukan sasaran yang belum mendapatkan imunisasi," katanya.

Menurut dia melalui gerakan imunisasi dasar lengkap ini tidak ada balita maupun anak yang terlewati dari perlindungan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

"Imunisasi kejar itu untuk sweeping artinya menyapu balita yang belum atau terlewat mendapatkan imunisasi agar bisa terkejar sehingga imunisasi dasar lengkapnya terpenuhi," katanya.

Ia mengatakan tujuan utama program tersebut adalah membentuk kekebalan pada balita sekaligus mencegah munculnya kasus penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi seperti pertusis.

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, kata dia, masih terdapat beberapa kasus di mana anak diketahui belum menerima imunisasi sesuai jadwal.

"Target kami adalah seluruh sasaran atau 100 persen balita dapat diimunisasi. Jika pun masih ada yang kurang misalnya 3 persen maka akan terus kami cari," katanya.

Ia mengatakan pihaknya mengoptimalkan pendataan dari setiap puskesmas yang didukung oleh kader kesehatan di tingkat kelurahan.

Pewarta: Kutnadi
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.