Pedagang Mi Ayam Sakit Tertolak KIS, Sammy Ledek Pemerintah

2026/09/11

Jum'at, 11 September 2026, 11:00 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Komedian Sam Darma Putra Ginting atau akrab disapa Sammy Notaslimboy menyoroti nasib Surono (53), pedagang mi ayam keliling asal Blora, Jawa Tengah, yang sakit namun gagal mendapat layanan kesehatan gratis akibat kesalahan administratif.

Sebagai seorang pedagang kecil, Surono seharusnya mendapatkan fasilitas kesehatan gratis dari pemerintah, namun kepesertaannya dalam Kartu Indonesia Sehat (KIS) dinonaktifkan karena sistem mendata keluarganya masuk Desil 8, kategori masyarakat menuju sejahtera.

Atas hal tersebut, Sammy mengkritisi pemerintah. Menurutnya sejumlah kinerja dari program hingga pengelompokan data masyarakat tidak tepat sasaran.

"Pemerintah yang asal-asalan, ngitung apa aja asal-asalan, bikin pengelompokan desil asal-asalan, bikin program asal-asalan, pidato presidennya juga asal-asalan. Pemerintah kocak," tulis Sammy di akun X pribadinya, dikutip Jumat (11/9).

Kondisi Surono

Surono sudah lebih dari sebulan berhenti berjualan karena sakit komplikasi (diabetes, hipertensi, asam urat, kolesterol). Akibat gerobak mi ayamnya menganggur, pemasukan keluarga terhenti dan mereka hanya mengandalkan sisa tabungan.

Masalah terungkap saat istrinya, Puji, membawa Surono berobat ke Puskesmas Ngawen. Petugas mendapati KIS miliknya sudah tidak aktif, sehingga mereka harus membayar mandiri sekitar Rp100.000 setiap kali berobat.

Baca Juga: Soal Desil Pertalite, Pertamina Masih Menunggu Keputusan Pemerintah

Puji mengaku heran karena sehari-hari keluarga mereka hanya bergantung pada penghasilan dari jualan mi ayam keliling. Namun, data di Mall Pelayanan Publik (MPP) Blora menunjukkan kepesertaan KIS gratis (PBI) Surono hangus akibat masuk Desil 8.

Tindak Lanjut Pemerintah

Setelah kasus ini mencuat, pihak Kecamatan Ngawen bersama Dinas Sosial Blora dan BPJS langsung membantu proses pengajuan penurunan status desil keluarga Surono agar KIS dapat segera dipulihkan dan kembali aktif.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya