Kondisi Pasar Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Perumda Pasar Jaya akan mempercepat revitalisasi Pasar Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, setelah dua kios terbakar pada Ahad (27/9/2026) malam. Pasar yang telah beroperasi sejak 1976 itu dinilai membutuhkan pembaruan bangunan dan utilitas untuk meningkatkan keselamatan dan menunjang aktivitas perdagangan.
Manager Komunikasi Korporasi dan Protokoler Perumda Pasar Jaya Topik Hidayatulloh mengatakan, kondisi Pasar Serdang yang telah berusia sekitar 50 tahun menjadi salah satu pertimbangan dalam rencana revitalisasi.
“Peristiwa ini semakin memperkuat urgensi rencana revitalisasi menyeluruh guna menghadirkan infrastruktur pasar yang lebih aman, modern, dan layak bagi seluruh pihak,” kata Topik, Rabu (30/9/2026).
Kebakaran terjadi sekitar pukul 21.35 WIB ketika petugas keamanan sedang melakukan patroli rutin di area pasar. Petugas kemudian mendengar teriakan pedagang yang memberitahukan adanya kepulan api dari salah satu kios.
Petugas keamanan bersama pedagang langsung menuju lokasi dan melakukan pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 22.01 WIB setelah lima tabung APAR digunakan.
“Petugas keamanan bersama para pedagang melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 22.01 WIB. Sebanyak lima tabung APAR digunakan dalam proses pemadaman tersebut,” ujar Topik.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kebakaran tersebut. Peristiwa itu telah dilaporkan kepada kepolisian dan penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
Pasar Jaya selanjutnya akan mempercepat rencana revitalisasi untuk memperbaiki kondisi fisik dan utilitas pasar. Selain usia bangunan yang telah mencapai sekitar setengah abad, masa hak pemakaian bangunan Pasar Serdang telah berakhir sejak 2015.
Pasar Serdang beroperasi sejak 1976. Pasar tersebut awalnya merupakan pasar Inpres yang digunakan untuk merelokasi pedagang kaki lima dari kawasan Jalan Bendungan Jago.
Saat ini, Pasar Serdang berdiri di atas lahan seluas 5.482 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 4.195 meter persegi. Pasar tersebut memiliki 671 tempat usaha aktif yang terdiri atas 170 kios, 46 counter, 48 los, dan 407 tenda.
“Kondisi infrastruktur pasar membutuhkan pembaruan dan penataan agar lebih sesuai dengan kebutuhan aktivitas perdagangan saat ini,” kata Topik.